Liputan6.com, Jakarta - Tabungan Simpeda mencatat perolehan saldo sekitar Rp 74,86 triliun per Juni 2026. Atas capaian ini, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) terus mendorong produk tabungan bersama milik 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut agar bertransformasi menjadi layanan yang semakin digital dan transaksional.
Ketua Umum Asbanda, Agus H. Widodo, menyatakan bahwa pencapaian Simpeda mencerminkan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap BPD, sekaligus memperbesar porsi sumber dana ritel untuk menopang pembiayaan di daerah.
Advertisement
“Rp 75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat,” ujar Agus kepada wartawan, Senin (24/8/2026).
Agus menjelaskan, Asbanda akan mendorong seluruh BPD memperluas pemanfaatan Simpeda untuk transaksi pembayaran, transfer, belanja, merchant, hingga layanan finansial lainnya. Langkah ini diambil guna merespons perubahan perilaku nasabah yang menuntut fleksibilitas layanan serbacepat, aman, dan terkoneksi.
“Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, semakin modern, semakin digital, dan semakin mudah digunakan,” tegas Agus.
Asbanda menilai keberadaan jaringan 27 BPD merupakan kekuatan utama Simpeda. Pasalnya, setiap BPD memiliki kedekatan emosional, pemahaman karakteristik lokal, serta penguasaan jaringan yang solid di wilayah operasional masing-masing.
“Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional,” tambah Agus.
Digital Experience
Guna memperluas jangkauan ke generasi muda, Asbanda juga memacu inovasi produk, penguatan pengalaman digital (digital experience), pengembangan ekosistem pembayaran, serta peningkatan mutu pelayanan.
Di sisi lain, perhelatan malam puncak undian Simpeda di Bengkulu turut mempererat hubungan BPD dengan masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 30 ribu pengunjung.
Agus menambahkan, kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai penjuru tanah air turut menyuntik aktivitas ekonomi Bengkulu, khususnya pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM, hingga jasa lokal.
“BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Oleh karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat,” tuturnya.
Meski undian Simpeda menjadi sarana apresiasi bagi nasabah, Agus menekankan bahwa loyalitas utama harus dibangun melalui fondasi rasa aman dan kemudahan transaksi.
“Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan, dan pelayanan yang semakin baik,” pungkas Agus.
Melalui transformasi ini, Asbanda optimistis BPD akan kian kokoh sebagai mitra pembiayaan utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.