Liputan6.com, Kyiv - Gelombang serangan drone Ukraina menghantam sejumlah gudang milik Ozon, peritel daring terbesar kedua di Rusia. Serangan tersebut memicu kebakaran di sejumlah fasilitas logistik dan menyebabkan beberapa orang terluka.
Dikutip dari BBC, Senin (24/8/2026), Ozon mengatakan fasilitas logistiknya di wilayah selatan Rusia, yakni Krasnodar, Dagestan, Stavropol, dan Adygea, terdampak serangan drone yang berlangsung sepanjang malam.
Advertisement
Salah satu serangan terjadi sekitar pukul 05.00 waktu setempat pada Senin di sebuah pusat logistik Ozon di Makhachkala, Dagestan. Perusahaan menyatakan kebakaran terjadi di fasilitas tersebut setelah serangan drone.
Sebelumnya, Ozon juga melaporkan kebakaran besar di salah satu pusat logistiknya di Krasnodar, sekitar 700 kilometer dari lokasi di Dagestan.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tiga anak tewas di Krasnodar akibat serangan drone Ukraina. Komisaris Hak Anak Rusia Maria Lvova-Belova mengatakan ketiga korban berusia 13, 15, dan 16 tahun. Enam anak lainnya juga dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, pekerja Ozon di Adygeysk, wilayah Adygea, dan Nevinnomyssk, wilayah Stavropol, dievakuasi menyusul serangan tersebut.
Video yang beredar di media sosial mengenai serangan terhadap fasilitas Ozon telah diverifikasi BBC. Salah satu video memperlihatkan sebuah drone menghantam gudang di wilayah Orenburg, sementara video lainnya menunjukkan kepulan asap tebal dan kobaran api dari gudang Ozon di Dagestan.
Saham Ozon Anjlok
Serangan tersebut turut berdampak pada pasar. Saham Ozon sempat merosot hingga 12 persen di Bursa Moskow pada Senin pagi. Saham AFK Sistema, perusahaan ekuitas swasta yang merupakan pemegang saham utama Ozon, juga turun hampir 13 persen.
Ketika ditanya apakah pemerintah Rusia akan memberikan dukungan kepada Ozon, Kremlin mengatakan pemerintah sedang bekerja sama dengan para perwakilan perusahaan untuk mengembangkan berbagai pilihan dukungan dalam situasi sulit tersebut.
Serangan terbaru itu terjadi sehari setelah fasilitas Ozon di wilayah Samara juga diserang. Perusahaan mengatakan sejumlah pekerjanya terluka dalam serangan tersebut.
Ukraina Sebut Serangan Ganggu Logistik Rusia
Ukraina telah beberapa pekan terakhir menyerang fasilitas milik Wildberries, peritel daring terbesar Rusia. Ukraina menyebut perusahaan tersebut sebagai target yang sah karena memasok komponen untuk kebutuhan militer, tuduhan yang dibantah Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu mengatakan Ukraina telah membuka "kotak Pandora" dengan menyerang target ekonomi. Ia memperingatkan Rusia akan membalas dengan menghantam "sektor ekonomi paling sensitif" milik Kyiv.
Rusia sendiri telah menargetkan infrastruktur sipil Ukraina sejak melancarkan invasi skala penuh pada 2022. Serangan Rusia dalam beberapa waktu terakhir juga menghantam gudang dan terminal kargo Ukraina.
Kedua negara menyangkal sengaja menargetkan warga sipil.
Setelah serangan terhadap fasilitas Ozon di Samara, Kementerian Pertahanan Ukraina pada Sabtu menyatakan bahwa serangan sistematis terhadap pusat penyimpanan barang yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan telah mempersulit logistik Rusia dan berdampak negatif terhadap perekonomian negara tersebut.