Pikap Baru Volkswagen Lewati Pengujian 2 Juta Kilometer

Volkswagen Tukan, pikap kompak baru berbasis sasis SUV dengan teknologi mild-hybrid, resmi diperkenalkan di Brasil khusus untuk pasar Amerika Selatan.

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 25 Agustus 2026, 16:06 WIB
Volkswagen Tukan tampil dengan gagah (carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Volkswagen Brasil resmi memperkenalkan Volkswagen Tukan, pikap unibody kompak yang dirancang sekaligus diproduksi di Brasil. Model baru ini disiapkan untuk menggantikan posisi Volkswagen Saveiro sekaligus menantang dominasi Fiat Strada di pasar pikap ringan Amerika Selatan.

Volkswagen Tukan ditawarkan dalam dua pilihan bodi, yakni single-cab dua pintu yang mengutamakan kebutuhan niaga dan double-cab empat pintu untuk penggunaan harian maupun keluarga.

Mengutip Carscoops, Selasa (25/8/2026), Tukan mengadopsi bahasa desain SUV global Volkswagen. Tampilan depannya dibuat agresif melalui lampu LED yang terinspirasi dari Volkswagen Tiguan serta bumper bawah dengan motif sarang lebah.

Pada bagian samping, karakter pikap ini diperkuat fender berlekuk, cladding plastik berukuran tebal, serta desain pelek yang tegas.

Varian dasar Robust dengan konfigurasi single-cab menggunakan bumper tanpa lapisan cat untuk menunjang kebutuhan fungsional dan aktivitas pengangkutan barang.

Sementara itu, varian tertinggi Extreme hadir dalam konfigurasi double-cab dengan tampilan yang lebih premium. Kelir Canary Yellow, pelek berwarna gelap, serta sports bar terintegrasi membuatnya terlihat lebih sporty.

Volkswagen Tukan dibangun menggunakan fondasi platform MQB, yang juga digunakan pada sejumlah model Volkswagen, termasuk T-Cross. Namun, Tukan memiliki keunikan karena menjadi kendaraan berbasis MQB pertama yang mengadopsi suspensi per daun (leaf spring) pada roda belakang.

Penggunaan suspensi tersebut bukan tanpa alasan. Volkswagen memilih konfigurasi ini untuk meningkatkan kemampuan membawa muatan, sehingga lebih sesuai dengan karakter pikap yang digunakan untuk kebutuhan niaga dibandingkan penggunaan torsion beam konvensional.

Sebelum resmi diperkenalkan, prototipe Volkswagen Tukan juga telah menjalani pengujian ekstrem dengan jarak tempuh mencapai 2 juta kilometer. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan ketahanan kendaraan sebelum memasuki tahap produksi dan distribusi.

Untuk urusan performa, Volkswagen membekali Tukan dengan mesin 4-silinder 1,5 liter TSI turbo mild-hybrid. Selain itu, tersedia pula pilihan mesin yang mendukung penggunaan bahan bakar flex-fuel, menyesuaikan karakteristik pasar Brasil.

 

 

Jadwal Pengiriman

Volkswagen Tukan Design (carscoops)

Volkswagen Tukan diproduksi di pabrik São José dos Pinhais, Brasil, dengan kandungan komponen lokal mencapai 76 persen. Produksi lokal tersebut menjadi bagian dari strategi Volkswagen memperkuat kehadirannya di kawasan Amerika Selatan.

Tukan juga masuk dalam rangkaian ekspansi besar Volkswagen di Brasil. Pabrikan asal Jerman itu menyiapkan investasi sekitar R$20 miliar, atau sekitar Rp 60,2 triliun hingga Rp 63,8 triliun berdasarkan konversi yang tercantum dalam materi, untuk menghadirkan 21 model baru hingga 2028.

Pengiriman Volkswagen Tukan kepada konsumen dijadwalkan dimulai pada paruh pertama 2027. Di pasar Brasil dan kawasan Amerika Selatan, pikap ini akan berhadapan langsung dengan model seperti Fiat Strada dan Chevrolet Montana.

Dengan ukuran dan karakter tersebut, Tukan tidak diposisikan untuk berkompetisi secara langsung dengan pikap yang berukuran lebih besar seperti Ford Maverick atau Ram Rampage.

Sayangnya, konsumen Indonesia tampaknya belum bisa berharap banyak untuk melihat Volkswagen Tukan mengaspal di Tanah Air.

Pikap kompak tersebut dikembangkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan dan karakteristik pasar Amerika Selatan. Volkswagen juga tidak menyiapkan Tukan sebagai produk global yang akan dipasarkan di Indonesia.

Dengan kombinasi desain bergaya SUV, platform MQB, mesin turbo mild-hybrid, serta kemampuan angkut yang diperkuat suspensi per daun, Volkswagen Tukan menjadi salah satu model menarik dalam persaingan pikap kompak di Amerika Selatan. Namun, untuk pasar Indonesia, kehadirannya masih sebatas menjadi tontonan dari jauh.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya