Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Agustus 2026

Berikut daftar harga emas buatan Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin, (24/8/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Agustus 2026, 12:17 WIB
Harga emas Pegadaian pada Senin, (24/8/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian terpantau beragam pada perdagangan Senin, (24/8/2026). Harga emas Antam masih berada di posisi tertinggi Rp 2,78 juta per gram.

Berdasarkan data laman Pegadaian pada Senin pekan ini pukul 12.02 WIB, harga emas Galeri24 dibanderol Rp 2.710.000 per gram. Harga emas Antam ditetapkan Rp 2.782.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS dipatok Rp 2.774.000  per gram.

Harga emas yang dijual di Pegadaian itu sama dengan perdagangan pada Kamis pekan ini. Ketika itu, harga emas Galeri24 ditetapkan Rp 2.698.000 per gram. Harga emas Antam tembus Rp 2.766.000 per gram dan UBS sebesar Rp 2.772.000 per gram.

Adapun harga emas di Pegadaian bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.

Di Pegadaian, emas Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram-1.000 gram atau 1 kilogram. Emas UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram-500 gram. Selain itu, emas Antam tersedia hingga ukuran 100 gram.

Rincian Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.421.000
  • 1 gram: Rp 2.710.000
  • 2 gram: Rp 5.354.000
  • 5 gram: Rp 13.287.000
  • 10 gram: Rp 26.503.000
  • 25 gram: Rp 65.900.000
  • 50 gram: Rp 131.695.000
  • 100 gram: Rp 263.260.000
  • 250 gram: Rp 656.533.000
  • 500 gram: Rp 1.313.065.000
  • 1.000 gram: Rp 2.626.129.000
  •  

Rincian Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.442.000
  • 1 gram: Rp 2.782.000
  • 2 gram: Rp 5.502.000
  • 3 gram: Rp 8.277.000
  • 5 gram: Rp 13.678.000
  • 10 gram: Rp 27.299.000
  • 25 gram: Rp 68.119.000
  • 50 gram: Rp 136.158.000
  • 100 gram: Rp 272.236.000

 

Rincian Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.499.000
  • 1 gram: Rp 2.774.000
  • 2 gram: Rp 5.505.000
  • 5 gram: Rp 13.603.000
  • 10 gram: Rp 27.064.000
  • 25 gram: Rp 67.524.000
  • 50 gram: Rp 134.773.000
  • 100 gram: Rp 269.438.000
  • 250 gram: Rp 673.397.000
  • 500 gram: Rp 1.345.212.000.

Dolar AS Terpuruk, Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Sebelumnya, harga emas melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada Jumat, 21 Agustus 2026 (Sabtu waktu Jakarta), dan berada di jalur kenaikan mingguan selama tiga minggu berturut-turut. Kenaikan ini ditopang oleh keberhasilan emas menembus level teknis penting, sementara rencana program pembelian kembali (buyback) obligasi oleh Departemen Keuangan AS menekan pergerakan dolar AS.

Mengutip CNBC, Sabtu (22/8/2026), harga emas di pasar spot naik 2,3% menjadi US$ 4.619,57 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS melesat 2,4% ke posisi US$ 4.680,60.

Sepanjang pekan ini, harga emas telah melonjak sekitar 5%, termasuk mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak awal Februari pada hari Rabu lalu.

Logam mulia ini juga bergerak di atas seluruh rata-rata pergerakan (moving average) utamanya, setelah berhasil menembus pergerakan rata-rata 200 hari yang dipantau ketat di kisaran US$ 4.513. Ini merupakan sebuah pergerakan yang dinilai oleh analis teknikal sebagai sinyal positif (bullish).

"Faktor besarnya, tentu saja, adalah teknikal, langkah selanjutnya adalah menuju US$ 4.700 jika momentum ini berlanjut. Namun, saya pikir kenaikan ini juga sangat didorong oleh melemahnya dolar AS," ujar Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, Bart Melek.

Kurs Dolar AS Tertahan

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Nilai tukar dolar AS tertahan di dekat level terendahnya sejak pertengahan Mei. Pemicunya, para investor mempertanyakan upaya Departemen Keuangan AS untuk menenangkan pasar obligasi yang justru dapat merusak kepercayaan terhadap mata uang tersebut.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent pada hari Kamis menyatakan bahwa pemerintah dapat memperluas program buyback obligasi lebih lanjut. Pernyataan ini disampaikan sehari setelah kementeriannya mengumumkan rencana untuk melipatgandakan pembelian kembali obligasi berjangka panjang.

"Permintaan opsi beli (call option) emas melonjak tajam di tengah tingginya kembali permintaan atas perlindungan kebijakan makro global, yang secara mekanis memperkuat lonjakan maupun penurunan harga," ungkap Goldman Sachs dalam catatan risetnya.

Suku Bunga AS Kurang Menarik

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Goldman Sachs mencatat bahwa berkurangnya keyakinan pasar terkait kenaikan suku bunga AS setelah keputusan Bank Sentral AS (The Fed) untuk menahan suku bunga pada bulan Juli serta merilis data ekonomi yang melemah turut membangkitkan kembali minat spekulatif pada emas COMEX dan permintaan ETF emas yang sensitif terhadap suku bunga. Peningkatan permintaan opsi beli yang tinggi ini pun diperkirakan ikut memperkuat pergerakan harga.

Dari sisi permintaan fisik, lonjakan harga belakangan ini menahan minat pembeli eceran di India, sementara permintaan di China sebagai konsumen terbesar tetap stabil.

Sementara itu, data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa bank sentral Polandia memperlambat pembelian emasnya menjadi 7,8 ton metrik pada Juli.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya