IHSG Berpeluang Melemah, Cek Rekomendasi Saham Analis 24 Agustus 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Senin, (24/8/2026). Berikut strategi rekomendasi saham hari ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Agustus 2026, 07:23 WIB
Gerak saham di papan elektronik di Gedung BEI (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (24/8/2026). IHSG hari ini berpeluang lesu ke level 6.429-6.475. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,37% menjadi 6.525 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan saham Jumat, 21 Agustus 2026. Selain itu, pada timeframe weekly, IHSG naik 1,93% dan mampu ditutup di atas moving average (MA)20 harian.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave ©, cermati koreksi dalam jangka pendek pada level 6.429-6.475.

"Untuk target berikutnya adalah 6.628-6.666 sekaligus menguji area gap,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.373,6.272 dan level resistance 6.599,6.705 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level support 6.440-6.630.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Rekomendasi Teknikal

 1.PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) - Trading Buy

Saham FORE menguat 1,84% ke 830 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi FORE sedang berada pada bagian awal dari wave (5) dari wave [C],” ujar Herditya.

Trading Buy: 790-825

Target Price: 865, 915

Stoploss: below 760

 

2.PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Buy on Weakness

Saham INCO terkoreksi 0,95% ke 5.200 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakan INCO pun masih berada pada rentang MA20 dan MA200. “Kami memperkirakan, posisi INCO saat ini berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c],” tutur Herditya.

Buy on Weakness: 4.720-5.100

Target Price: 5.700, 6.000

Stoploss: below 4.620

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Ilustrasi IHSG (BAY ISMOYO/AFP)

3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA terkoreksi ke 565 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, posisi MBMA diperkirakan berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) dari wave [iii],” tutur dia.

Buy on Weakness: 545-565

Target Price: 605, 660

Stoploss: below 535

 

4.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Trading Buy

Saham TLKM bergerak flat ke 2.610 dan masih didominasi oleh volume pembelian, tetapi penguatan TLKM masih tertahan cluster MA20 dan MA60.

“Selama TLKM masih mampu berada di atas 2.570 sebagai stoplossnya, posisi TLKM saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c],” kata dia.

Trading Buy: 2.580-2.610

Target Price: 2.740, 2.840

Stoploss: below 2.570

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 21 Agustus 2026

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham, Jumat, (21/8/2026). Namun, kenaikan IHSG hari ini berkurang jelang penutupan perdagangan. IHSG yang menguat ini juga di tengah dolar Amerika Serikat (AS) yang lesu terhadap rupiah.

Mengutip data RTI,  IHSG hari ini ditutup naik 0,37% ke 6.525,69. Indeks saham LQ45 bertambah 0,92% menjadi 644,59. Sebagian besar indeks saham acuan menguat. Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.551,95 dan level terendah 6.507,43.

Sebanyak 319 saham menguat sehingga menahan kenaikan IHSG. Sementara itu, 294 saham melemah. Di sisi lain, 178 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 178 kali dengan volume perdagangan saham 2.254.417 saham. Total volume perdagangan saham 58,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.678.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham basic menguat 0,62%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur bertambah 0,47%, sektor saham keuangan naik 0,32%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,23%, sektor saham industri menanjak 0,15%, dan sektor saham energi turun 0,14%.

Sementara itu, sektor saham kesehatan turun 0,88%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer siklikal turun 0,09%, sektor saham properti merosot 0,18%, sektor saham teknologi tergelincir 0,46%, sektor saham transportasi terpangkas 0,48%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya