Liputan6.com, Jakarta - Changan Nevo Q05 jadi senjata baru jenama asal China ini di pasar otomotif Indonesia. Model ini, hadir dalam dua varian, yaitu Pro dengan banderol Rp 309 juta, dan Max yang dilepas Rp 359 juta.
Namun, harga tersebut, merupakan banderol untuk 1.000 pembeli. Lalu, jika kuota pemesanan tersebut telah terlampaui, apakah harga Changan Nevo Q05 bakal naik?
Advertisement
Dijelaskan Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, hingga saat ini belum ada keputusan terkait kenaikan harga Nevo Q05 setelah terjual 1.000 unit.
"Harga sesuai yang kita launching di GIIAS 2026. Untuk 1.000 SPK pertama, kita komitmen dengan harga tersebut," jelas Ridjal, saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, belum lama ini.
Lalu, saat ditanya kemungkinan harga naik setelah laku 1.000 unit, Ridjal hanya menginformasikan untuk menunggu pengumuman lebih lanjut terkait hal tersebut. "Ditunggu pengumumannya," tegas Ridjal.
Rizal melanjutkan, dari total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Changan Nevo Q05, varian yang paling laris merupakan seri tertinggi, yaitu Max. Dominasi varian ini bahkan mencapai hampir 80 persen dibandingkan varian Pro.
"Kita sudah CKD di pabrik kita (Indomobil) di Purwakarta, Jawa Barat. Untuk TKDN (tingkat komponen dalam negeri) sudah di atas 40 persen," jelasnya.
Lebih lanjut Rizal menuturkan, pihaknya menjanjikan pengiriman unit Changan Nevo Q05 dapat dilakukan mulai awal bulan depan.
"Kita usahakan di awal September sudah mulai pengiriman," tutup Rizal.
Spek Singkat Changan Nevo Q05
Sebagai informasi, Changan Nevo Q05 memiliki panjang 4.435 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.600 mm, serta wheelbase mencapai 2.735 mm.
Berkat dimensi tersebut, ruang kabinnya terasa sangat lega dengan panjang ruang interior mencapai 2.899 mm dan tingkat pemanfaatan ruang sebesar 86,6 persen.
SUV listrik ini menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor dengan tenaga maksimum 120 kW (sekitar 161 dk) dan torsi puncak 190 Nm yang disalurkan ke roda depan.