Mirza Fakhrul Islam Alamgir Resmi Jadi Presiden Bangladesh

Mirza Fakhrul Islam Alamgir terpilih sebagai Presiden Bangladesh setelah memenangkan pemilihan yang pertama kali digelar dalam 35 tahun.

oleh Septian DenyDiterbitkan 23 Agustus 2026, 12:00 WIB
Mirza Fakhrul Islam Alamgir. (Photo: AP/File)

Liputan6.com, Dhaka - Mirza Fakhrul Islam Alamgir resmi dilantik sebagai Presiden ke-23 Bangladesh pada Jumat. Politikus dari Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) tersebut terpilih untuk memimpin negara Asia Selatan itu selama lima tahun.

Dikutip dari Anadolu, Minggu (23/8/2026), pelantikan berlangsung di Bangabhaban, kediaman resmi presiden Bangladesh. Penjabat Ketua Parlemen Kaiser Kamal mengambil sumpah jabatan Fakhrul di hadapan sejumlah tamu negara, termasuk perdana menteri, anggota kabinet, dan anggota parlemen dari pihak oposisi.

Setelah resmi menjabat, Fakhrul kemudian mengambil sumpah jabatan enam anggota baru Kabinet Perdana Menteri Tarique Rahman. Mereka terdiri dari empat menteri penuh dan dua menteri negara.

Berdasarkan pemberitahuan resmi pemerintah yang diterbitkan pada Sabtu pagi, jumlah anggota kabinet kini menjadi 51 orang setelah dilakukan perombakan, perubahan, dan penarikan sejumlah anggota.

Fakhrul terpilih sebagai presiden pada Kamis setelah meraih 255 suara. Ia mengalahkan kandidat oposisi, pensiunan Kolonel Oli Ahmed, yang memperoleh 88 suara.

Enam anggota parlemen tidak hadir dalam pemungutan suara, sementara satu kursi parlemen masih kosong. Parlemen Bangladesh memiliki 300 kursi hasil pemilihan serta 50 kursi yang diperuntukkan bagi perempuan.

Pemilihan Presiden Digelar Setelah 35 TahunPemilihan presiden kali ini menjadi yang pertama dalam 35 tahun di Bangladesh karena selama periode tersebut tidak ada kandidat oposisi yang mencalonkan diri untuk jabatan yang sebagian besar bersifat seremonial tersebut.

Fakhrul yang berusia 78 tahun merupakan salah satu tokoh penting BNP. Ia muncul sebagai pemimpin de facto partai tersebut ketika ketuanya saat itu, Khaleda Zia, dipenjara.

Sementara itu, Tarique Rahman yang saat itu menjabat sebagai Ketua BNP berada di pengasingan di Inggris selama 17 tahun, sebagian besar berlangsung pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang berkuasa selama 15 tahun.

 

Presiden Sebelumnya Mengundurkan Diri

 

Fakhrul menggantikan Mohammed Shahabuddin, yang sebelumnya menjabat sebagai presiden di bawah pemerintahan Liga Awami yang dipimpin Hasina.

Shahabuddin mengundurkan diri pada 24 Juli dengan alasan kesehatan. Ia mundur dua tahun sebelum menyelesaikan masa jabatan lima tahunnya.

Setelah pengunduran diri tersebut, Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed menjalankan tugas sebagai presiden sementara Bangladesh hingga Fakhrul terpilih dan dilantik sebagai presiden.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya