13 Hotspot Membara di Way Kambas, Operasi Udara Disiapkan

Sulitnya akses menuju sejumlah titik api di Way Kambas membuat penanganan dari jalur darat menghadapi kendala.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 22 Agustus 2026, 20:45 WIB
Karhutla TNWK Sulit Dijangkau, BPBD Lampung Siapkan Operasi Udara

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur belum berhasil dipadamkam. Sulitnya akses menuju sejumlah titik api membuat penanganan dari jalur darat menghadapi kendala.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung kini menyiapkan opsi penanganan melalui operasi udara untuk mempercepat pemadaman.

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait rencana tersebut.

"Kita bukan monitor lagi, kita sudah bergerak. Saya lagi berkoordinasi dengan BNPB terkait percepatan penanganan melalui operasi udara," kata Rudy, Sabtu (22/8/2026).

Salah satu skenario yang disiapkan adalah teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menghasilkan hujan buatan di wilayah yang mengalami kekeringan dan terdampak karhutla, termasuk kawasan TNWK.

Rudy mengatakan pemerintah daerah sebelumnya memang telah merencanakan pelaksanaan hujan buatan pada Senin (24/8/2026). Namun, kebakaran yang kini terjadi di kawasan konservasi tersebut berpotensi membuat operasi udara dipercepat.

Pelaksanaan TMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer, terutama ketersediaan awan yang dapat disemai.

"Kita tinggal menunggu rekomendasi dari BMKG. Rencana memang kita Senin itu hujan buatan. Kalau operasi udara ini kan terkait dengan adanya awan. Kalau saya monitor dari satelit, dari Pusdalops kita, masih ada awan," jelasnya.

 

Siapkan Water Bombing

Selain hujan buatan, BPBD Lampung juga mempertimbangkan opsi water bombing untuk menjangkau titik-titik kebakaran dari udara.

Namun, efektivitas metode tersebut masih dikaji. Salah satu pertimbangannya adalah rencana pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dalam waktu dekat.

"Kalau water bombing melihat posisinya masih jadi pertimbangan karena sepertinya kurang efektif, karena selang satu hari kita mau ada hujan buatan. Tapi nanti mana yang lebih cepat duluan," kata Rudy.

BPBD Lampung terus berkoordinasi dengan BNPB untuk menentukan metode operasi udara yang paling efektif dan memungkinkan diterapkan di lapangan.

Kondisi geografis kawasan TNWK menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan karhutla. Sejumlah lokasi yang terbakar sulit dijangkau menggunakan jalur darat sehingga proses pemadaman tidak mudah dilakukan.

"Di Lampung Timur, di Taman Nasional ini ternyata lokasinya agak sulit terjangkau kalau operasi udara. Kalau melalui darat susah. Harapannya hanya operasi udara," ungkapnya.

BPBD Lampung juga telah mengirim personel untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

"Penanganan teknis tentunya ada di kabupaten setempat. Kita merumuskan kebijakan pendampingan dan penguatan untuk penanganan jika terjadi karhutla. Kita juga kirim relawan-relawan ke sana," sambungnya.

Untuk mendukung pelaksanaan TMC, BPBD Lampung tengah menyiapkan data yang dibutuhkan bersama BNPB. Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan wilayah yang memungkinkan dilakukan penyemaian awan.

"Harus ada data yang rigid dari BMKG bahwa di wilayah-wilayah yang akan kita lakukan hujan buatan ini masih tersedia awan untuk disemai," jelas Rudy.

Selain penanganan karhutla, BPBD Lampung juga telah melakukan sejumlah langkah mitigasi menghadapi ancaman kekeringan. Di antaranya mengusulkan pembangunan titik sumur bor di sejumlah daerah terdampak, mendistribusikan bantuan air menggunakan tangki, hingga menyiapkan jaringan pipanisasi sesuai kebutuhan.

"Intinya, kami sudah selalu berkoordinasi dan kalau terkait dengan mitigasi ini memang ada banyak hal yang harus kita lakukan," tutup dia.

 

13 Titik Panas Terdeteksi di Way Kambas

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan laporan kebakaran pertama kali diterima pemerintah daerah pada Jumat (21/8/2026) malam.

Hingga saat ini, terdeteksi 13 titik hotspot atau anomali panas di kawasan konservasi tersebut.

Sejak saat itu, Pemprov Lampung langsung berkoordinasi dengan BPBD Lampung Timur, pengelola TNWK, TNI-Polri, serta masyarakat untuk melakukan penanganan.

"Sampai dengan sore tadi, saya dilaporkan ada 13 titik hotspot atau anomali panas di lokasi tersebut. Di 13 titik tersebut sedang berlangsung sampai sekarang upaya pemadaman," kata Jihan, Sabtu (22/8).

Upaya pemadaman karhutla TNWK tidak berjalan mudah. Salah satu kendala utama adalah kondisi medan yang membuat sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau kendaraan.

Akibatnya, tim gabungan masih harus mengandalkan peralatan manual dan sederhana untuk memadamkan api di sejumlah lokasi.

"Jarak titik api yang jauh dari sumber air juga menjadi persoalan. Kondisi tersebut diperparah oleh angin kencang yang berembus di kawasan TNWK. Angin membuat asap kebakaran semakin tebal sehingga mengganggu jarak pandang petugas yang tengah melakukan pemadaman," ungkapnya.

 

Bayi gajah Sumatera lahir dari induk bernama Yulia bersama kawanan gajah lainnya di Taman Nasional Way Kambas. (dok. Biro Humas Kemenhut)

Lindungi Habitat Badak dan Gajah

Pemprov Lampung berharap upaya pemadaman gabungan dapat segera mengendalikan 13 titik hotspot sehingga api tidak semakin meluas.

"Kekhawatiran kita bukan hanya terhadap dampak kebakaran terhadap kawasan hutan, tetapi juga keselamatan satwa liar yang hidup di dalam TNWK," ucapnya.

Kawasan konservasi tersebut merupakan habitat berbagai satwa, termasuk gajah dan badak. Karena itu, perkembangan karhutla terus dipantau untuk memastikan kebakaran tidak menimbulkan dampak serius terhadap satwa maupun masyarakat sekitar.

"Mohon doanya terus teman-teman supaya tidak meluas titik api, tidak meluas titik hotspot-nya, dan juga tidak berdampak serius kepada hewan-hewan di sana: gajah, badak, dan lain-lain, juga masyarakat tentunya," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya