Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Geely Auto, Li Shufu atau Eric Li, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan. Langkah ini dilakukan untuk menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada tim manajemen profesional.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Geely Auto meninggalkan sistem manajemen berbasis keluarga. Perusahaan ingin membangun tata kelola yang lebih modern, stabil, dan independen.
Advertisement
Dilansir dari lama autoindustriya, Minggu (22/08/2026), pengunduran diri Li Shufu menandai berakhirnya sekitar dua dekade kepemimpinan langsung sang pendiri di Geely Auto.
Atas jasanya membangun Geely dari bisnis sederhana hingga menjadi salah satu raksasa otomotif dunia, Li Shufu dianugerahi gelar Ketua Kehormatan Seumur Hidup.
Meski tidak lagi menangani operasional harian Geely Auto, Li Shufu tetap memiliki posisi penting di perusahaan induk, Zhejiang Geely Holding Group (ZGH). Ia masih menjabat sebagai Ketua ZGH.
Dengan posisi tersebut, Li Shufu tetap memegang kendali atas sejumlah merek global yang berada di bawah Geely Holding, seperti Volvo, Polestar, Lotus, dan smart.
Kondisi Keuangan Geely Auto
Posisi Ketua Dewan Geely Auto kini dipercayakan kepada An Conghui atau Andy An. Ia merupakan veteran Geely yang telah berkiprah hampir 30 tahun di dalam grup tersebut.
Sementara itu, operasional harian perusahaan akan dipimpin oleh Gan Jiayue atau Jerry Gan sebagai CEO.
Transisi kepemimpinan ini berlangsung ketika kondisi keuangan Geely Auto sedang kuat. Geely Auto mencatat kenaikan pendapatan sebesar 15 persen menjadi 173,6 miliar yuan atau sekitar Rp 380 triliun pada semester pertama 2026.
Pertumbuhan pendapatan tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan mobil listrik dan kendaraan energi baru di pasar global.
Perombakan kepemimpinan ini menjadi langkah Geely Auto untuk membangun struktur perusahaan yang lebih profesional dan mampu menghadapi tantangan bisnis dalam jangka panjang.