Liputan6.com, Jakarta - Shinhan Asset Management menandatangani kesepakatan dengan tiga pihak lainnya untuk menguji dana tokenisasi berbasis won Korea Selatan di blockchain Solana.
Proyek tersebut masih berada pada tahap awal dan merupakan uji coba, bukan peluncuran produk komersial.
Advertisement
Dikurip dari CoinMarketCap, Jumat (21/8/2026), kesepakatan empat pihak ini berfokus pada satu produk, yakni dana investasi yang menggunakan won Korea Selatan sebagai mata uang dasarnya dan dibuat dalam bentuk token digital di blockchain.
Menurut pengumuman Solana, proyek tersebut dirancang untuk menguji bagaimana dana berbasis won dapat diterbitkan dan dikelola secara on-chain, atau langsung melalui jaringan blockchain.
Struktur kerja sama empat pihak menjadi salah satu hal penting dalam proyek ini. Kesepakatan tersebut menunjukkan adanya pembagian tanggung jawab antara para peserta dalam mengembangkan dan menguji produk.
Namun, informasi mengenai peran masing-masing pihak serta nilai dana yang akan diuji belum dipublikasikan secara rinci.
Dengan demikian, fakta utama yang telah diketahui sejauh ini adalah adanya kesepakatan empat pihak untuk menguji dana tokenisasi berbasis won Korea Selatan menggunakan blockchain Solana.
Proyek ini belum dapat dianggap sebagai produk investasi yang sudah tersedia secara komersial bagi masyarakat.
Pemilihan Jaringan Blockchain
Solana menjadi bagian penting dalam proyek tersebut karena dana tokenisasi akan diuji secara khusus menggunakan jaringan blockchain ini.
Dalam produk tokenisasi, jaringan blockchain memiliki peran penting karena digunakan untuk menerbitkan, mencatat, dan memindahkan unit atau kepemilikan dana dalam bentuk token digital.
Pemilihan jaringan blockchain juga dapat memengaruhi sejumlah aspek, termasuk kecepatan transaksi, biaya, serta transparansi pencatatan.
Aktivitas dan nilai aset yang tersimpan di jaringan Solana juga dapat dipantau secara publik melalui berbagai data jaringan. Namun, dalam proyek ini, Solana berfungsi sebagai infrastruktur teknologi, bukan menjadi fokus utama investasi.
Artinya, proyek tersebut bukanlah cerita mengenai harga token Solana atau aktivitas perdagangan aset kripto di jaringan tersebut.
Fokus utamanya adalah menguji apakah struktur dana yang menggunakan mata uang won Korea Selatan dapat diterbitkan dan dikelola melalui teknologi blockchain.
Jika uji coba berjalan sesuai rencana, pengalaman tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan penggunaan blockchain dalam pengelolaan produk investasi yang lebih terstruktur.
Meski demikian, hasil uji coba belum tentu langsung menghasilkan produk yang tersedia secara luas.
Won Korea Selatan
Keterlibatan Shinhan Asset Management dalam proyek ini menunjukkan meningkatnya perhatian institusi keuangan terhadap penggunaan teknologi blockchain dalam produk investasi.
Berbeda dengan sejumlah proyek aset digital yang menggunakan dolar AS atau stablecoin, dana yang diuji kali ini menggunakan won Korea Selatan. Hal tersebut membuat proyek lebih berkaitan dengan mata uang dan pasar domestik Korea Selatan.
Eksperimen seperti ini dapat menjadi bagian dari perkembangan tokenisasi aset, yaitu proses mengubah kepemilikan atau unit suatu aset menjadi token digital yang dapat dicatat dan dikelola menggunakan blockchain.
Namun, proyek percontohan tidak otomatis berarti produk tersebut akan segera diluncurkan secara komersial. Masih ada berbagai aspek yang perlu diperhatikan, termasuk regulasi, kepatuhan, keamanan, dan mekanisme pengelolaan dana.
Untuk saat ini, informasi yang telah dikonfirmasi masih terbatas pada tiga hal utama, yakni adanya kesepakatan empat pihak, dana tokenisasi yang menggunakan won Korea Selatan, serta penggunaan blockchain Solana sebagai jaringan untuk uji coba.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai nilai dana, rincian peran masing-masing pihak, maupun jadwal pelaksanaan dan hasil akhir proyek tersebut.