Gibran: Tak Boleh Ada Satu pun Warga Terdampak Gempa Luput dari Bantuan

Dia meminta seluruh jajaran terkait tidak hanya menunggu laporan, namun juga turun langsung ke lokasi terdampak bencana.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 20 Agustus 2026, 16:46 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi salah satu posko pengungsian warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) di SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka, Kamis (20/8/2026). (Liputan6.com/ Dok. Sekretariat Kepresidenan)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menekankan penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus cepat, terpadu, dan menjangkau seluruh masyarakat terdampak. Dia menegaskan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi perhatian utama dalam setiap langkah penanganan di lapangan.

"Dalam penanganan darurat, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak tersentuh bantuan, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit diakses seperti permukiman pegunungan," tegas Gibran kepada jajaran perwakilan pemerintah pusat dan Forkopimda saat meninjau sejumlah infrastruktur terdampak di Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026).

Dia meminta seluruh jajaran terkait tidak hanya menunggu laporan, namun juga turun langsung ke lokasi terdampak bencana. Hal ini untuk memastikan setiap arahan terlaksana dan berbagai kendala segera ditindaklanjuti.

"Saya meminta seluruh kepala daerah dan Forkopimda turun langsung ke lapangan, memastikan setiap instruksi benar-benar terlaksana tanpa sekat birokrasi. Setiap kendala harus segera diidentifikasi dan diselesaikan, dengan penanggung jawab dan target waktu yang jelas," jelasnya.

Gibran memastikan dirinya akan melaporkan seluruh persoalan dan kendala yang ditemukan di lapangan kepada Presiden Prabowo Subianto. Di sisi lain, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bergerak turun ke lapangan membantu masyarakat sejak awal kejadian.

Gibran menilai respons dan kerja bersama seluruh unsur di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan pendampingan yang dibutuhkan.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran yang sejak hari pertama kejadian telah turun ke lapangan membantu masyarakat," tutur Gibran.

Data Korban Gempa NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang NTT bertambah menjadi 71 orang.

Kabar tersebut disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Rabu (19/8/2026). Dia menyebut satu korban meninggal tambahan berasal dari Kabupaten Nagekeo.

"Bahwa jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo," kata Berton dalam siaran langsung di YouTube BNPB.

Selain korban meninggal, Berton melaporkan jumlah warga yang mengungsi akibat gempa di NTT. Berdasarkan data BNPB, jumlah total pengungsi saat ini mencapai 59.647 orang. Pengungsi terbanyak berada di Manggarai, yakni 20.103 orang, disusul Manggarai Barat sebanyak 19.345 orang.

"Saat ini menurut catatan kami, sebanyak 59.647 orang, dan yang terbanyak ini ada di Manggarai, sebanyak 20.103 pengungsi, dan di Manggarai Barat ada sebanyak 19.345 orang," kata dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya