Identitas 9 Warga Papua yang Disandera KKB, Ada Ibu Hamil dan Anak-Anak

Para korban terdiri atas anak-anak, remaja perempuan, dan seorang perempuan yang sedang hamil muda.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 19 Agustus 2026, 23:02 WIB
Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Infanteri Jozanda. Foto: ANTARA/Marselinus Nara

Liputan6.com, Jakarta - Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Infanteri Jozanda mengungkap identitas sembilan warga sipil yang diduga disandera kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Para korban terdiri atas anak-anak, remaja perempuan, dan seorang perempuan yang sedang hamil muda.

Jozanda mengatakan sembilan warga tersebut dibawa paksa kelompok bersenjata pada Senin (17/8/2026). Berdasarkan informasi masyarakat, kelompok itu berjumlah sekitar 15 orang.

Adapun sembilan warga tersebut yakni Nemerina Wamang (17), yang sedang hamil muda; Alin Mesawarol (kelas VI SD); Nopi Aim (kelas IV SD); Opinte Meswaro (kelas III SD); Yonita Senawatme (18); Meria Nibilingame (15); Wena Katagame (18); Ilimin Onawame (18); dan Miante Nibilingame (13).

"Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal di tempat. Kemudian seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa, dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki," ujar Jozanda dilansir Antara. 

Ibu yang ditembak hingga tewas diketahui bernama Neregingget Magai (48). Sementara itu, ibu yang didorong ke jurang bernama Inkolung Aim dan masih menjalani perawatan di Jila.

"Yang ditembak itu langsung meninggal dunia dan sore itu juga jenazahnya langsung dikremasi. Yang patah tulang ini masih hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di Jila. Saya juga belum dapatkan info usianya berapa," ujarnya.

Sebelumnya, dua ibu korban berusaha mencegah kelompok bersenjata membawa paksa anak-anak mereka. Penolakan tersebut berujung pada kekerasan terhadap keduanya.

 

TNI Buru KKB Penyandera Warga

Jozanda mengatakan TNI telah mengerahkan personel untuk mengejar kelompok bersenjata tersebut dan menyelamatkan sembilan warga yang dibawa paksa.

"Jangan khawatir, kita sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Semoga para prajurit yang melakukan pengejaran ini juga diberikan kemudahan sehingga segera menemukan dan menyelamatkan anak-anak kita ini," ujarnya.

Jozanda mengecam tindakan kelompok bersenjata tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan keji dan tidak manusiawi.

Saat ini, situasi di Distrik Jila berangsur kondusif. Namun, akses transportasi udara menuju wilayah tersebut masih belum dapat dilakukan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya