Pramono Pastikan LPDP Jakarta Tak Ganggu Anggaran Perbaikan Sekolah

Perbaikan sekolah akan gunakan dana Koefisien Lantai Bangunan.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 19 Agustus 2026, 19:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung gratiskan layanan TransJakarta dan MRT Jakarta selama sepekan. ©Pemprov DKI Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal terus melanjutkan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dia menegaskan, seluruh biaya pendidikan akan dibayarkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Sekarang ada LPDP Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta akan menyekolahkan anak-anak pinter sekolah di luar negeri dan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah DKI Jakarta. Tahun depan ini jumlahnya antara 50 sampai 75 orang. Kemana? Terserah anak-anak itu," ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (19/8/2026).

Pramono memastikan biaya perbaikan sekolah rusak di Jakarta tak akan terganggu dengan adanya program LDPD. Sebab untuk perbaikan sekolah, menggunakan Dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan prosesnya segera dimulai.

Penegasan ini disampaikan Pramono menanggapi usulan dari Komisi E DPRD DKI Jakarta yang meminta rencana program beasiswa LPDP Jakarta ditunda dan anggarannya dialihkan untuk membenahi sekolah rusak serta menambah kuota sekolah swasta gratis.

"Berkaitan dengan sekolah-sekolah rusak termasuk SD Negeri 9, 11 dan sebagainya, Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan sebagian mengambil dana dari KLB. Dan sekarang ini kan sudah saya putuskan untuk pembangunannya dimulai bulan depan," papar Pramono.

Dia memastikan, hal itu tak akan membuat program LPDP terhambat.

"Dengan demikian bahkan anggaran untuk penanganan sekolah rusak lebih besar daripada apa yang diusulkan, tetapi untuk LPDP tetap akan dijalankan," jelas Pramono.

 

Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Terganggu

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut ada dua hal yang tidak boleh diganggu gugat untuk bisa didapatkan oleh masyarakat Jakarta. Pertama, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap mengutamakan pendidikan, salah satunya terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Pemerintah DKI Jakarta mengutamakan warga mana pun yang tidak mampu selama dia menjadi bagian dari warga Jakarta, maka dia mendapat apa yang dinamakan dari KJP, Kartu Jakarta Pintar," ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (19/8/2026).

Menurut dia, saat ini penerima KJP jumlahnya ada 707.420 siswa. Selain KJP, Pramono mengatakan, ada pula Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk kuliah S1, S2, dan S3. Dia juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta juga menggratiskan sekolah.

"Enggak ada provinsi lain yang sepenuh Jakarta ini. Bahkan, selain seluruh sekolah negeri kita gratiskan, sekarang sekolah swasta ada 155 sekolah swasta yang kita gratiskan. Termasuk, termasuk sekolah swasta keagamaan, mode pesantren dan sebagainya," papar Pramono.

Dia menilai, pentingnya soal pendidikan ini karena dirinya berpandangan bahwa untuk berubah nasib keluarga tidak mampu, maka pendidikan itu menjadi hal yang utama.

Pramono menyebut, Pemprov DKI Jakarta juga memiliki program Pemutihan Ijazah bagi siapa pun keluarga yang tidak mampu sehingga tak bisa mengambil ijazah.

"Hanya di DKI yang namanya program pemutihan ijazah, bagi siapa pun keluarga yang tidak mampu, yang tidak bisa mengambil ijazah, yang sudah bertahun-tahun maka pemerintah lah yang akan mengambilkan ijazahnya," ucap dia.

"Karena enggak mungkin orang enggak bisa ngambil ijazah itu dari keluarga yang mampu, enggak mungkin, pasti ini keluarga tidak mampu. Dan itulah pemerintah atau negara hadir untuk membantu ini," sambung Pramono.

 

Pentingnya Kesehatan

Pramono melanjutkan, termasuk juga di dalamnya hal yang berkaitan dengan kesehatan.

"Di Jakarta ini sekarang ini ada 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas. Dan semuanya memberikan fasilitas gratis bagi masyarakat yang datang dan berobat," kata dia.

"Termasuk BPJS, walaupun berat, tapi dua inilah yang saya katakan, masyarakat terbawah tidak boleh terganggu, hal yang berkaitan dengan pendidikan, hal yang berkaitan dengan kesehatan," sambung Pramono.

Dia pun meyakini, pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak Jakarta bisa membawa perubahan bagi keluarganya yang tidak mampu.

"Karena saya meyakini dengan pendidikan dan kesehatan itulah kalau kemudian anak-anak Jakarta mendapatkan kesempatan untuk sekolah lebih tinggi, maka mereka pasti bisa menjadi orang yang merubah atau lokomotif atau penarik dalam keluarganya," jelas Pramono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya