Liputan6.com, Jakarta - Dua pengendara sepeda motor menjadi korban penganiayaan di Jalan Raya Lenteng Agung Nomor 8, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku berinisial YK (23) kini telah diamankan polisi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 23.45 WIB. Kedua korban yang sedang melintas tiba-tiba dianiaya menggunakan benda yang diduga berupa papan atau triplek.
Advertisement
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, polisi langsung melakukan penyelidikan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut. Dari penyelidikan itu, YK berhasil diidentifikasi sebagai pelaku.
YK kemudian diamankan di sekitar Lenteng Agung pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Pelaku yang diamankan yaitu seorang laki-laki inisial YK, usianya 23 tahun. Setelah diamankan, yang bersangkutan mengakui perbuatan yang telah dilakukannya,” kata Joko kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).
Saat ini, YK masih menjalani pemeriksaan. Polisi juga masih mendalami motif penganiayaan tersebut.
Joko mengatakan, informasi awal yang diterima polisi menyebut YK diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian. Namun, polisi masih menginterogasi YK untuk memastikan kondisi serta alasan di balik aksinya.
“Jadi tadi malam pun pada saat petugas datang ke TKP dapat informasi dari masyarakat dugaannya si pelaku ini terpengaruh oleh minuman keras,” ujarnya.
Pelaku Mahasiswa
Joko menyebut YK merupakan seorang mahasiswa yang tinggal di sebuah mes di kawasan Lenteng Agung. Sementara itu, benda yang digunakan untuk memukul korban masih dalam pencarian.
Berdasarkan pengakuan awal YK, benda tersebut berupa triplek atau papan yang diduga merupakan bagian dari bangku.
“Informasi dari pelaku, pengakuan adalah triplek atau papan yang dugaannya itu bekas bangku, bangku tempat duduk itu,” jelas Joko.
Benda tersebut diduga telah disingkirkan oleh warga setelah kejadian. Polisi masih berupaya menemukannya untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, kedua korban belum membuat laporan polisi. Joko mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan kedua korban dan menunggu kedatangan mereka untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Sampai saat ini korban belum membuka laporan, namun kami sudah bisa komunikasi, kemungkinan sore ini akan datang ke Polsek untuk melaporkan kejadian itu,” pungkasnya.