Liputan6.com, Jakarta - PT Kencana Satu Nuswapada (Prominence), sebuah digital hub teknologi dalam negeri, resmi memperkenalkan platform kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama Pemuda.ai.
Peluncuran platform ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 (HUT ke-81 RI).
Advertisement
Langkah awal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis bersama Onno Center--pusat literasi teknologi pimpinan pakar IT nasional Onno W. Purbo--serta mengantongi dukungan penuh dari tokoh telekomunikasi nasional, Rudolf Nainggolan.
Lantas, apa sebenarnya Pemuda.ai dan peran strategis apa yang ditawarkannya bagi ekosistem digital Indonesia?
Pemuda.ai hadir di bawah ekosistem Prominence sebagai platform yang dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan AI di tingkat pengembang (developer), korporasi (enterprise), hingga sektor publik dan pemerintahan.
Salah satu inovasi utama yang diusung Pemuda.ai adalah model layanan Token-as-a-Service (TaaS). Dalam praktiknya, pengoperasian dan pemanfaatan model AI sangat bergantung pada penggunaan token.
Layanan TaaS dari Pemuda.ai memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna untuk mengatur kuota token AI, mengoptimalkan efisiensi biaya operasional, serta mempermudah proses transaksi dan administrasi secara transparan.
Hadirnya solusi ini dinilai menjadi oase di tengah pesatnya adopsi AI di Indonesia. Platform ini membantu memangkas kompleksitas tata kelola infrastruktur komputasi AI, sehingga para pengembang dan perusahaan dapat berfokus pada pengembangan produk tanpa terbebani efisiensi biaya.
Mendorong Kemandirian Teknologi
Pengembangan Pemuda.ai tidak sekadar berfokus pada penyediaan infrastruktur teknis, tetapi juga sejalan dengan agenda nasional menuju sovereign AI--yakni kemandirian teknologi yang mencakup pengembangan model AI lokal, infrastruktur komputasi mandiri, dan penguatan talenta digital.
"Sebagai digital hub, kami berkomitmen mempertemukan kapabilitas korporat dengan gerakan kemandirian teknologi," ujar Director & Founder Prominence, Edi Sugianto, dikutip Rabu (19/8/2026).
"Layanan Token-as-a-Service hadir untuk menjawab kebutuhan developer dan enterprise dalam pengelolaan ekosistem AI secara efisien. Sinergi bersama Onno Center akan menjadi motor penggerak dalam merancang use case dan inovasi AI aplikatif ke depannya," ia menambahkan.
Hal senada diungkapkan Founder Onno Center, Onno W. Purbo. Menurutnya, inisiatif ini sangat krusial untuk mendorong aksesibilitas teknologi terbuka di Indonesia.
"Pemuda.ai memberikan akses dan tata kelola token yang sangat dibutuhkan oleh komunitas dan industri di Indonesia," tuturnya.
Riset hingga Edukasi
Dukungan juga datang dari tokoh telekomunikasi Rudolf Nainggolan. Ia menekankan pentingnya respons cepat industri terhadap era AI. Platform seperti Pemuda.ai yang disokong ekosistem kuat dinilai mampu menjadi fondasi kokoh bagi kedaulatan digital nasional.
Tak berhenti di soft launching, kolaborasi antara Prominence, Onno Center, dan para pemangku kepentingan industri ini akan diperkuat melalui riset, edukasi, serta implementasi solusi AI yang menyasar kebutuhan riil masyarakat.
Seluruh rangkaian inisiatif ini dijadwalkan bermuara pada peluncuran resmi (grand launching) berskala nasional pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Momentum tersebut diharapkan menjadi titik balik penting dalam mendorong pemanfaatan AI yang semakin inklusif, aman, etis, dan aplikatif bagi Indonesia.