Liputan6.com, Bogota - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada 10 Agustus terus bertambah. Hingga Selasa, sedikitnya 304 orang meninggal dunia, 4.548 orang terluka, sementara 426 lainnya masih dinyatakan hilang.
Dikutip dari Xinhua, Rabu (19/8/20260, Badan Penanggulangan Bencana Kolombia menyampaikan angka terbaru tersebut ketika tim penyelamat masih bekerja di sejumlah wilayah yang terdampak paling parah.
Advertisement
Presiden Abelardo de la Espriella pada Senin malam mengatakan sekitar sepertiga wilayah Kolombia terdampak gempa. Pusat gempa berada di San Jose del Palmar, di Departemen Choco.
Selain menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, gempa tersebut juga menyebabkan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai hampir 30 triliun peso Kolombia, atau sekitar 9,6 miliar dolar AS.
Menurut perkiraan awal pemerintah, sekitar 24,5 triliun peso dari total kerugian tersebut berasal dari kerusakan bangunan, sedangkan 5,5 triliun peso lainnya merupakan kerusakan pada infrastruktur.
“Ini merupakan angka awal yang akan disesuaikan seiring kami memperoleh lebih banyak informasi,” kata De la Espriella.
Pencarian Korban Masih Berlangsung
Sementara jumlah korban terus diperbarui, bantuan kemanusiaan dari dalam maupun luar Kolombia masih berdatangan ke wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Tim pencarian dan penyelamatan juga masih dikerahkan di sejumlah lokasi yang diduga masih menyimpan korban di bawah reruntuhan bangunan.
Operasi pencarian dilakukan bersamaan dengan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa.
Sebagai catatan, nilai tukar yang digunakan dalam perhitungan tersebut adalah 1 dolar AS setara dengan 3.106,9 peso Kolombia.