Liputan6.com, Jakarta - Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan melaporkan pemulihan layanan kelistrikan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah 99,9 persen. Kondisinya kini hanya menyisakan satu persoalan saja.
Berton mengatakan sebanyak 566.525 pelanggan telah mendapatkan kembali layanan listrik setelah sempat mengalami pemadaman. Hal itu diungkap dalam konferensi laporan terkini yang ditayangkan di YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).
Advertisement
"Kami sudah menyampaikan kondisi kelistrikan, sampai saat ini update per jam 5 Waktu Indonesia Bagian Barat, sebanyak 99,9% pelanggan telah kembali memperoleh layanan listrik. Hanya terdapat 1 gardu dengan distribusi untuk 296 pelanggan yang hari ini masih dalam kondisi penanganan dan masih padam," kata Berton.
Sementara untuk jaringan telekomunikasi, Berton menyampaikan pemulihannya kini juga hampir sempurna. BNPB mencatat prosesnya sudah mencapai 99,7 persen.
"Yang menjadi atensi adalah Kabupaten Manggarai Timur mencapai 98,3 persen, di mana kemarin baru mencapai 76,3 persen sehingga ada peningkatan yang signifikan. Sementara itu, pemulihan jaringan di Kabupaten Ende sudah mencapai 98,6 persen," katanya.
Dalam kesempatan itu, Berton juga memberikan perkembangan terkini terkait pemulihan bidang lainnya. Termasuk infrastruktur, di mana sejumlah ruas jalan nasional maupun jembatan yang terdampak gempa kini sudah ditangani.
"Terdapat 33 titik longsor dengan 32 titik telah ditangani sementara dan sudah fungsional. Terdapat 4 titik patahan jalan dan seluruhnya telah fungsional. Terdapat 4 titik kerusakan jembatan atau plat deker yang saat ini masih dapat difungsikan," terang Berton.
Pemulihan Akses Jalan
Begitu pula terkait pemulihan akses, di mana pemerintah melalui instansi terkait sudah memobilisasi tujuh unit ekskavator dan empat unit loader ke lokasi terdampak. Mulai dari ruas Wolowaru menuju Maumere kini telah dapat dilalui setelah penanganan dilakukan di lapangan.
"Jembatan Wae Pesi di ruas Reo-Kedindi terdapat celah dari expansion joint yang mengalami kerusakan, telah ditutupi. Ada tujuh lokasi penanganan dan dapat dilalui secara terbatas yang dapat dilalui kendaraan secara bergantian," kata dia.
Sedangkan infrastruktur sumber daya air, kata Berton, BNPN memperoleh data dari Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II telah melakukan koordinasi dan asesmen kondisi infrastruktur sumber daya air serta daerah aliran sungai di wilayah terdampak.
"Pengerahan 13 ekskavator yaitu: 3 unit di Kabupaten Sikka, 8 unit di Bendungan Mbai, 1 unit di Kabupaten Manggarai Barat, dan 1 unit di Nangaroro. Basarnas juga telah menyediakan 1 drill rig dan 2 unit truck crane," ungkap Berton.
Adapun terkait bahan bakar minyak (BBM), Berton menyebut Pertamina sudah menyalurkan sebanyak 2,5 ton untuk mendukung penanganan darurat di Kabupaten Manggarai.