Krisis RAM Hantam HP Flagship, Varian Ultra Terancam Punah?

Berdasarkan rumor terkini, sejumlah produsen HP Android siap menghapus varian Ultra karena tak kuat menghadapi krisis RAM global.

oleh IskandarDiterbitkan 18 Agustus 2026, 19:00 WIB
Vivo X300 Ultra Siap Rilis di Indonesia 11 Mei, Apa Menariknya Kamera 200MP Ganda? (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan harga komponen RAM yang kian melambung tinggi memaksa sejumlah produsen ponsel pintar (smartphone) memutar otak.

Tingginya biaya produksi tak hanya memangkas margin keuntungan, tetapi juga mendorong berbagai merek raksasa untuk merombak strategi jajaran produk unggulan mereka.

Korban terbaru dari krisis harga RAM ini diprediksi adalah lini ponsel flagship berlabel "Ultra". Berdasarkan rumor industri terkini, sejumlah produsen HP berbasis Android bersiap menghapus varian Ultra, atau setidaknya memangkas secara signifikan rencana peluncurannya di pasar global.

Sinyal pembatalan ini pertama kali diungkap pembocor gadget (leaker) terkemuka, Yogesh Brar, melalui platform X. Demikian sebagaimana dikutip dari Android Authority, Selasa (18/8/2026).

Ia menyatakan Xiaomi telah membatalkan kehadiran Xiaomi 18 Ultra. Kendati demikian, belum dipastikan apakah lini Ultra ini dihentikan secara permanen atau sekadar absen satu generasi akibat impitan krisis RAM.

Sebagai gantinya, Xiaomi dikabarkan tengah mengalihkan teknologi flagship tersebut ke lini Mix series. Ponsel Mix terbaru ini disinyalir akan ditenagai chipset buatan Xiaomi sendiri, yakni Xring O3.

Meski kabar pengembangan chipset mandiri ini menjadi angin segar bagi para pencinta teknologi, produk Mix tersebut diproyeksikan hanya akan dijual secara eksklusif di pasar China.

HP China Mundur dari Pasar Global?

Langkah Xiaomi tampaknya bukan kasus tunggal. Yogesh menuturkan pembatalan serupa bakal melanda varian Ultra dari merek-merek lain. Pernyataan ini turut diperkuat oleh pembocor teknologi lainnya, Kartikey Singh.

Kartikey mengonfirmasi, selain pembatalan Xiaomi 18 Ultra, dua raksasa teknologi Tiongkok lainnya--Oppo dan Vivo--juga mengambil langkah efisiensi. OPPO Find X10 Ultra dan vivo X500 Ultra dikabarkan tidak akan dirilis untuk pasar internasional dan hanya bertahan di pasar domestik.

Dengan demikian, Samsung diprediksi menjadi satu-satunya produsen yang masih mempertahankan dan mendistribusikan lini flagship "Ultra" secara global. Sementara itu, merek-merek Android lainnya diperkirakan bakal beralih memakai sebutan "Pro Max" untuk varian tertinggi mereka.

 

Persaingan Tetap Sengit

Meski terkesan penurunan pada skema penamaan, performa dan spesifikasi ponsel flagship berlabel "Pro Max" dari pabrikan asal Tiongkok ini diyakini tetap mampu mengungguli flagship Ultra milik Samsung.

Hal tersebut cukup masuk akal mengingat inovasi Samsung di luar kategori ponsel lipat (foldable) dinilai relatif lambat dalam beberapa tahun terakhir.

Krisis komponen RAM ini menjadi bukti nyata bagaimana gejolak rantai pasok industri sanggup mengubah peta persaingan ponsel pintar global secara drastis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya