Menhub Ungkap Hasil Pemeriksaan KMP Putri Yasmin

KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Menhub menyatakan kapal laik laut berdasarkan pemeriksaan terakhir pada Juni 2026.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 18 Agustus 2026, 09:20 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan penjelasan mengenai penanganan musibah kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Bali, Rabu (12/8/2026). (Dok Kemenhub)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan KMP Putri Yasmin dalam kondisi laik laut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir pada Juni 2026, sebelum kapal tersebut mengalami kebakaran di perairan Selat Lombok.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudy saat menjelaskan perkembangan penanganan insiden KMP Putri Yasmin yang terjadi pada Rabu (12/8/2026).

BACA JUGA: Korban KMP Putri Yasmin Masih Dirawat di RS

"Satu hal perlu diketahui, KMP Putri Yasmin dalam kondisi laik laut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada bulan Juni 2026,” kata Menhub dikutip Selasa (18/8/2026).

Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Dudy menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemerintah tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan lembaga tersebut keluar.

"Kami tidak ingin mendahului hasil investigasi. Yang terpenting, penyebab kejadian ini nantinya dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran," ujarnya.

Dudy juga menyampaikan duka cita atas musibah tersebut. Sejak menerima informasi mengenai kejadian pada Rabu subuh, seluruh unsur terkait langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, serta pendataan penumpang.

"Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan belasungkawa dan doa agar diberikan kekuatan serta ketabahan," lanjut Menhub.

 

 

 

Data Manifest

Penumpang kapal feri Putri Yasmin yang berhasil diselamatkan tiba di Pelabuhan Padang Bay, Karangasem, Bali, Rabu, 12 Agustus 2026. (AFP/ Lana Priatna)

Dalam penanganan insiden KMP Putri Yasmin, Kementerian Perhubungan juga melakukan verifikasi menyeluruh terhadap data manifest dan jumlah orang yang berhasil ditemukan.

Dudy mengatakan adanya kemungkinan perbedaan antara jumlah penumpang dengan data yang tercatat dalam manifest menjadi temuan serius. Hal tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi secara komprehensif.

“Untuk diketahui, ketika kapal mengajukan surat izin berlayar, pada umumnya jumlah penumpang sudah didaftarkan. Namun demikian, sebelum kapal benar-benar berlayar, biasanya ada penambahan penumpang yang tidak dilaporkan," katanya.

"Inilah yang menjadi bahan evaluasi, walaupun surat izin berlayar sudah diterbitkan, penambahan jumlah penumpang harus tetap dilaporkan,” tambah Menhub.

Sebelumnya, Kantor SAR Mataram menyatakan jumlah orang yang berhasil dievakuasi dari KMP Putri Yasmin bertambah menjadi 212 orang hingga Rabu (12/8) malam.

"Totalnya 212," kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu malam.

Pemerintah masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan jumlah penumpang secara menyeluruh.

Jak Korban KMP Putri Yasmin

Tim SAR Gabungan menuju ke lokasi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang terbakar. (Liputan6/Hermawan Arifianto)

Selain proses pencarian dan investigasi, pemerintah memastikan hak para korban KMP Putri Yasmin akan dipenuhi. Dudy mengatakan pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban memperoleh haknya, mulai dari biaya perawatan dan pengobatan hingga santunan.

Sementara itu, kendaraan milik penumpang juga akan mendapatkan penggantian dari PT Asuransi Jasaraharja Putera.

Dudy turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi. Mereka antara lain Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian RI, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar, Distrik Navigasi Benoa, pemerintah daerah, petugas pelabuhan, serta tenaga kesehatan.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada kapal-kapal di sekitar lokasi yang langsung memberikan pertolongan setelah menerima informasi marabahaya.

“Seperti yang kita ketahui, perairan Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat, sehingga saat terjadi kecelakaan, diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ini,” kata Menhub.

Pemerintah selanjutnya menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus menjadi bahan evaluasi keselamatan pelayaran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya