Mendag Wanti-wanti Distributor Tak Bikin Harga Kebutuhan Pokok Mahal Pascagempa NTT

Kemendag bentuk tim khusus bentukan Dirjen PDN untuk mengawal pasokan bahan pokok dan ritel di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 17 Agustus 2026, 20:40 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/8/2026). (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyusun strategi agar harga kebutuhan pokok tidak melonjak signifikan di kawasan terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia memastikan distribusi pasokan kebutuhan pokok dapat berjalan lancar.

Untuk itu, Budi memantau dan menghubungi sejumlah distributor bahan pokok yang memasok ke NTT, termasuk distributor dari provinsi tetangga seperti Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami akan terus memonitor kebutuhan bahan pokok, jangan sampai distribusinya terganggu. Kami juga sudah berkoordinasi dengan para distributor, terutama yang berada di wilayah terdekat seperti NTB," kata Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

"Kami sudah berkoordinasi dengan para pelaku usaha agar tetap menjaga pasokan, terutama pada masa pascabencana ini di NTT," imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi di lapangan akan dikawal oleh tim khusus yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan.

"Kami membentuk tim yang dipimpin oleh Pak Dirjen PDN untuk terus mengoordinasikan langkah-langkah penanganan bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha," jelas Budi.

 

 

Pasokan ke Jaringan Ritel Aman

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/8/2026). (Liputan6.com/Arief)

Budi menyampaikan bahwa kegiatan perdagangan di wilayah terdampak gempa NTT memang belum sepenuhnya pulih karena masih berfokus pada penanganan darurat pascabencana. Meski demikian, ia memastikan pasokan barang ke jaringan ritel tergolong aman.

"Saat ini fokus utama masih pada penanganan darurat pascabencana, sehingga sebagian aktivitas perdagangan lain memang belum sepenuhnya pulih. Namun, berdasarkan koordinasi kami dengan jaringan ritel minimarket, mereka menyampaikan pasokan barang aman," ujarnya.

"Untuk pedagang di pasar rakyat biasanya memang belum pulih semua, sedangkan jaringan ritel sebagian besar sudah mulai beroperasi kembali," tambah Budi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah akan terus bekerja sama untuk memulihkan sektor perdagangan pascabencana.

"Kami ingin memastikan kepada para pelaku usaha yang mendistribusikan bahan-bahan pokok ke wilayah Manggarai maupun NTT secara umum agar ketersediaan barang tetap terjamin dan mereka siap menyalurkannya," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya