Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Kerusakan Gempa di NTT

Pendataan bencana menjadi kunci agar bantuan kerusakan rumah segera disalurkan.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 17 Agustus 2026, 18:19 WIB
Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau kerusakan akibat gempa dan berdialog dengan masyarakat Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026). (Puspen Kemendagri)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mempercepat pendataan dampak bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disampaikan setelah meninjau kerusakan akibat gempa dan berdialog dengan masyarakat Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).

Khusus kerusakan rumah, Mendagri memastikan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan bagi warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.

"Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah sampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," ujar Mendagri.

Oleh karena itu, Mendagri mengimbau Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan dapat dipercepat. Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp 15 juta untuk kerusakan ringan, Rp 30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp 70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.

"Nanti yang mendata dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa yang rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat," terangnya.

 

Kabupaten Manggarai Prioritas Bantuan

Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau kerusakan akibat gempa dan berdialog dengan masyarakat Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026). (Puspen Kemendagri)

Mendagri menegaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN.

Kendati demikian, ia menyebut Kecamatan Lamba Leda Utara menjadi wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi. Ia pun mendorong agar bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur diprioritaskan ke wilayah tersebut.

"Akan kita sampaikan untuk mendorong semua bantuan yang di Manggarai Timur prioritaskan daerah ini," tutupnya.

Sebagai informasi, sebelum peninjauan lapangan, Mendagri memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.

Kehadiran Mendagri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi terdampak gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di NTT. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya