Warga Baduy Ini Tempuh Empat Hari Demi Hadiri HUT RI di Monas

Pangiwa berharap masyarakat Baduy lebih diterima di kota.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 17 Agustus 2026, 15:22 WIB
Masyarakat Baduy Sambangi Monas saat Perayaan HUT Ke-81 RI, Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Rifqy Alief).

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah masyarakat turut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Senin (17/8/2026).

Dari masyarakat yang hadir, tampak sekelompok orang mengenakan pakaian serba hitam dan ikat kepala berwarna biru. Beberapa dari mereka tampak pula mengenakan pakaian serba putih.

Mereka adalah masyarakat Suku Baduy. Mereka berjalan beriringan tanpa alas kaki di tengah teriknya matahari demi mengabadikan momen foto bersama di depan cawan Monas.

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak dari Suku Baduy turut serta dalam rombongan tersebut. Mereka terlihat membawa tas tenun yang di bagian pundaknya.

Hanip, Pangiwa (petugas adat) Suku Baduy dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten menyebut kedatangan rombongannya untuk menghadiri undangan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

"Jadi ini kami dari warga baduy ikut kepala desa kanekes, tadi kami diundang sama gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Alhamdulillah hari kemerdekaan ini Alhamdulillah lancar, sangat luar biasa," kata Hanip saat ditemui di kawasan Monas, Senin.

 

Sempat Upacara di Balai Kota

Sebelumnya, mereka mengikuti upacara kemerdekaan di Balai Kota DKI Jakarta. Setelah upacara, Pramono meminta agar masyarakat Suku Baduy tersebut untuk mengunjungi Monas.

"Tadi kami diarahkan oleh pak Gub untuk mengarah ke sini. Karena kan mungkin baduy dalam jarang ke sini gitu," tuturnya.

Menariknya, masyarakat Suku Baduy dalam datang ke Jakarta dengan berjalan kaki selama empat hari lamanya. Ini merupakan salah satu aturan adat yang harus dijalankan.

“Untuk baduy luar kan boleh naik mobil, kalau baduy dalam ini ga boleh, jadi jalan kaki. Empat hari,” kata dia.

Dalam perayaan kemerdekaan ini, Hanip selaku petugas adat berharap agar masyarakat Suku Baduy tidak dipandang sebelah mata jika datang ke Jakarta. Situasi ini kerap kali dialami oleh masyarakat Suku Baduy.

"Harapan saya itu ke depannya lebih maju dan harapan kami kan terus terang banyak warga Baduy yang ke luar kota, ke jakarta. Harapan kami kalau misalnya lagi mau nginep di kelurahan atau misalkan di kantor kantor polisi kami harap di terima, walaupun kalau baduy dalam di tanya ktp enggak ada, tapi harus diterima," tuturnya.

"Dan apabila ada sakit atau gimana perlu ditangani walaupun misalkan tidak ada identitas itu yang diutamakan," sambungnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya