Liputan6.com, Jakarta - Memeriahkan HUT RI ke 81 tahun, santri dari Laskar Kesultanan Banten menarik mobil menggunakan rambut dan gigi. Lokasinya, tepat berada di depan Masjid Agung Kesultanan Banten serta reruntuhan Keraton Surosowan, yang berusia sekitar 500 tahun.
"Narik (mobil) pakai gigi, kurang lebih 100 meter, yang pake rambut, santri saya," ujar Ketua Umum Laskar Kesultanan Banten, Abah Astari, Senin, (17/08/2026).
Advertisement
Keraton Surosowan merupakan tempat para sultan memimpin Kesultanan Banten, yang dibangun dalam rentang tahun 1526-1570, saat di bawah kepemimpinan Sultan Maulana Hasanudin. Kemudian Masjid Agung Banten, dibangun sekitar tahun 1566. Keduanya berada di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Pelestarian Budaya
Di dekat Masjid Agung Banten itulah, para Sultan beserta keluarganya dimakamkan. Hingga kini, makan itu masih banyak diziarahi oleh masyarakat.
Banten sendiri dikenal dengan kemampuan silat dan debusnya. Menurut, Abah Astari, semuanya harus dilestarikan dan bisa berbicara di kancah nasional.
"Memang kebudayaan Banten itu identik dengan ekstrem nya, dengan debusnya, ya namanya dengan budaya atraksi, Banten tidak akan hilang," ucapnya sembari terengah-engah.
Pria yang juga diangkat sebagai Panglima Kesultanan Banten saat ini bercerita dirinya mendapat amanat dari Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja atau Sultan Banten ke 18, untuk melestarikan seni dan budaya, hingga ke kancah nasional. Karenanya, dia bersama para santri, menggelar aksi tarik dua mobil menggunakan rambut dan gigi, sebagai daya tarik ke anak muda.
"Kami memang didukung oleh masyarakat Banten, terutama oleh tokoh-tokoh, Banten harus bener-bener permainan ekstrem nya harus ada," jelasnya.