Megawati Bandingkan Hukuman Pencuri Labu dengan Koruptor

Megawati menyoroti prakti hukum yang terjadi di Indonesia saat ini.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 17 Agustus 2026, 12:56 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengkritik penegakan hukum di Indonesia. Dia menilai hukum memang ada, namun keadilan bagi seluruh rakyat dan penegakan hukum tanpa penyalahgunaan kekuasaan belum berjalan dengan baik. Dia lantas membandingkan kasus pencuri labu dengan korupsi

Hal itu disampaikan Megawati saat berpidato dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bersama kader PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Megawati awalnya mempertanyakan apakah kemerdekaan sudah benar-benar dirasakan seluruh rakyat. Dia juga menyoroti kesempatan masyarakat untuk hidup layak dan kesenjangan ekonomi yang semakin melebar.

Menurut Megawati, persoalan tersebut berkaitan erat dengan penegakan hukum. Negara hukum, kata dia, harus mampu memberikan keadilan bagi seluruh rakyat.

“Jalan ini menuntut dukungan sistem politik, khususnya perwujudan Indonesia sebagai suatu negara hukum. Hukum itu harus ditegakkan, bukan seperti sekarang ini,” kata Megawati.

Dia menegaskan keberadaan hukum saja tidak cukup. Penegakan hukum harus berjalan dengan rasa keadilan dan tidak boleh disertai penyalahgunaan kekuasaan.

 

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

“Hukum yang ada tetap ada, tetapi yang namanya berkeadilan bagi semua tanpa adanya penyalahgunaan kekuasaan tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.

Megawati kemudian menyinggung kasus seorang ibu yang dihukum dua bulan karena mencuri buah labu. Kasus tersebut dibandingkannya dengan korupsi yang menurut dia masih terjadi dalam jumlah besar.

“Saya bilang, aduh ilah, orang-orang hukum ini kok keren banget ya sekarang. Tapi kalian sendiri kan melihat barusan ini kan terbuka yang namanya korupsi luar biasa,” tuturnya.

Megawati pun mempertanyakan apakah pola penegakan hukum seperti itu yang diinginkan setelah 81 tahun Indonesia merdeka.

“Coba pikirkan, apakah keadilan itu yang ingin kita dapatkan? Yang ingin kita kerjakan bagi seluruh rakyat Indonesia?” katanya.

Dia mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Prinsip tersebut, menurut Megawati, harus benar-benar dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

Megawati juga meminta aparat penegak hukum tak kehilangan rasa kemanusiaan dalam menjalankan tugas.

“Jangan kamu tidak punya perikemanusiaan dan berkeadilan,” tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya