Liputan6.com, Jakarta - Hansi Flick berencana memaksimalkan potensi Lamine Yamal dengan memberikan peran yang lebih sentral di Barcelona musim 2026/27. Pemain Timnas Spanyol berusia 19 tahun itu selama ini dikenal sebagai winger kanan, tetapi Flick ingin mengeksplorasi kemampuannya sebagai No. 10.
Lamine Yamal telah menjadi wajah utama lini depan Barcelona sejak menembus tim utama pada usia 16 tahun. Berbekal kreativitas, kemampuan satu lawan satu, dan kaki kiri yang berbahaya, ia kini memiliki peluang untuk berkembang menjadi pemain yang semakin sulit dihentikan.
Advertisement
Menurut Jota Jordi, staf kepelatihan Barcelona telah menguji Lamine di sejumlah posisi sentral. Perubahan tersebut dapat memberikan dimensi baru bagi serangan Barcelona sekaligus membuat lawan lebih sulit membaca pergerakan pemain muda tersebut.
Flick Ingin Lamine Yamal Lebih Sering Bermain di Tengah
Flick ingin memberikan lebih banyak menit bermain kepada Lamine Yamal sebagai gelandang serang karena area tengah dapat membuat pengaruhnya semakin besar. Ia tidak lagi selalu menerima bola di dekat garis lapangan dan bisa lebih bebas mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan.
Dari posisi tersebut, Lamine Yamal dapat lebih sering terlibat dalam kombinasi serangan dan menerima bola di sekitar kotak penalti. Barcelona juga telah mencoba menempatkannya sebagai false nine dalam sesi latihan pramusim untuk menghadapi situasi ketika tim membutuhkan alternatif di lini depan.
Barcelona Punya Banyak Opsi di Sisi Lapangan
Perubahan struktur serangan Barcelona pada musim panas turut membuka peluang bagi Lamine Yamal untuk bergerak ke tengah. Kehadiran Anthony Gordon dan Karim Adeyemi memberikan kecepatan serta lebar permainan dari sisi sayap sehingga Lamine Yamal tidak harus terus berada di kanan.
Dani Olmo dan Fermin Lopez juga mampu bermain sebagai No. 10 sehingga Lamine Yamal tetap memiliki kebebasan kembali ke posisi favoritnya. Flick dapat memanfaatkan fleksibilitas tersebut untuk membuat pola serangan Barcelona lebih sulit diprediksi.
Lamine Yamal juga bisa memulai pertandingan sebagai winger kanan lalu bergerak ke area tengah ketika menguasai bola. Pada saat yang sama, Eric Garcia atau Xavi Espart dapat mengisi ruang di sisi kanan untuk menjaga lebar permainan.
Tahap Baru Perkembangan Lamine Yamal
Barcelona tidak cukup hanya meminta Lamine Yamal meningkatkan jumlah gol dan assist dari area yang sama setiap musim. Pemain dengan kecerdasan taktik seperti dirinya memiliki banyak cara untuk memberikan pengaruh lebih besar terhadap permainan.
Lamine Yamal sudah mampu menarik perhatian beberapa pemain bertahan ketika bermain di sayap. Jika lebih sering masuk ke area tengah, pergerakannya dapat membuat lawan kesulitan melakukan penjagaan ganda sekaligus memberinya akses lebih dekat ke gawang.
Perubahan peran tersebut mengingatkan pada cara Lionel Messi menemukan ruang di antara lini sepanjang kariernya. Namun, Barcelona tentu tidak bisa mengharapkan Lamine Yamal memiliki pemahaman permainan seperti Messi pada usia 19 tahun.
Flick tetap memiliki kesempatan membentuk Lamine Yamal melalui berbagai peran sesuai kebutuhan pertandingan. Jika mampu beradaptasi dengan kebebasan taktis tersebut, Lamine Yamal berpeluang memasuki tahap baru dalam perkembangannya bersama Barcelona.
Sumber: Barca Universal