Akses Longsor Terbuka, Pencarian Korban Gempa NTT Diperluas

Akses jalan longsor di NTT kini terbuka, memungkinkan Basarnas memperluas area pencarian korban gempa Nagekeo. Distribusi bantuan medis juga dipercepat.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 16 Agustus 2026, 14:45 WIB
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores di Pelabuhan Laurensius Say di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil menembus akses jalan yang sempat tertimbun material longsor guna memperluas area pencarian dan pertolongan korban pada hari kedua pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso, pengerahan personel beserta alat utama (alut) SAR dilakukan secara masif sejak pukul 06.00 WITA dengan fokus operasi di wilayah Kota Mbay Nagekeo dan kawasan Reo Manggarai.

"Akses darat di wilayah Reo yang sebelumnya terputus akibat longsor kini sudah berhasil dibuka oleh tim," ujar Edy melalui keterangan tertulis, seperti dikutip Minggu (16/8/2026).

Dia menjelaskan, terbukanya jalur tersebut memungkinkan tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur dari TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah (pemda) setempat untuk melakukan penyisiran serta evakuasi hingga menjangkau wilayah-wilayah terdampak yang sebelumnya terisolasi.

"Selain itu terbukanya akses transportasi darat juga sangat krusial bagi percepatan distribusi bantuan medis maupun penjangkauan penyintas yang membutuhkan pertolongan darurat di kawasan pelosok," papar Edy.

 

Jumlah Korban Masih Bisa Berubah

Edy mengatakan, Kantor SAR Maumere melaporkan berdasarkan pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 WITA, ada sebanyak 112 orang terdampak gempa dengan rincian 48 orang meninggal dunia serta 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.

"Jumlah korban tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi berkembang seiring proses penyisiran yang terus berlangsung di lapangan bersama BPBD dan potensi SAR setempat," ucap dia.

"Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperoleh informasi dari sumber resmi dan berwenang," tandas Edy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya