Liputan6.com, Jakarta - Ruben Amorim menikmati kemenangan AC Milan atas Manchester United dengan cara yang menghibur. Ia melontarkan candaan kepada sejumlah jurnalis setelah Milan menang 4-2 dalam laga pramusim, Sabtu (15/8/2026) malam WIB.
Laga tersebut mempertemukan Amorim dengan mantan klubnya. Kini bersama Milan, pelatih asal Portugal itu berhasil mengalahkan United dengan permainan yang efektif.
Advertisement
Usai pertandingan, Amorim terlihat santai saat bertemu sejumlah jurnalis Inggris. Ia bahkan bercanda mengenai suasana konferensi pers Manchester United setelah mendapatkan respons dari awak media.
Candaan tersebut menjadi salah satu momen menarik setelah pertandingan. Amorim kemudian meninggalkan stadion sambil tertawa sebelum bergabung dengan rombongan Milan.
Ruben Amorim: Konferensi Pers Membosankan
Amorim sempat berhenti untuk berjabat tangan dengan Simon Stone dan sejumlah jurnalis lainnya. Ia kemudian bertanya sambil bercanda apakah mereka merindukannya.
"Apakah kalian merindukanku?" tanya Amorim.
Seorang jurnalis menjawab bahwa mereka merindukan konferensi pers Amorim. Jawaban itu langsung disambut tawa dan balasan dari mantan pelatih United tersebut.
"Kami merindukan konferensi pers Anda!" jawab seorang jurnalis.
"Sekarang konferensi persnya lebih membosankan!" ujar Amorim sambil tertawa. Ia kemudian berfoto dengan beberapa penggemar sebelum menaiki bus tim Milan.
Amorim Memang Kerap Jadi Sorotan di MU
Amorim hanya mencatat 25 kemenangan dari 63 pertandingan bersama Manchester United sebelum dipecat pada Januari. Ia juga kerap mendapat sorotan karena tetap mempertahankan formasi 3-4-2-1.
Pelatih berusia 41 tahun itu dikenal terbuka ketika berbicara kepada media. Salah satu pernyataannya yang paling kontroversial adalah ketika menyebut timnya sebagai yang "terburuk dalam sejarah klub".
Konferensi pers terakhirnya di United juga berlangsung penuh tekanan. Ia bahkan menyampaikan kritik keras kepada jajaran direksi klub sebelum akhirnya meninggalkan konferensi pers tersebut.
Karena itu, candaan Amorim setelah mengalahkan MU cukup menggambarkan karakternya selama berada di Inggris. Kali ini, ia memiliki alasan lebih kuat untuk tersenyum setelah membawa Milan menang 4-2.
Sumber: talkSPORT