Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Kemenhub Perketat Pemeriksaan

Gempa NTT berdampak pada sejumlah pelabuhan. Kemenhub memperketat pemeriksaan dan melarang fasilitas rusak digunakan sebelum dinyatakan aman.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 15 Agustus 2026, 20:50 WIB
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores di Pelabuhan Laurensius Say di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pemantauan dan pemeriksaan sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan fasilitas transportasi laut aman sebelum digunakan kembali, terutama di sejumlah pelabuhan yang mengalami kerusakan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub juga meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah terdampak meningkatkan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur pelabuhan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas dalam penanganan dampak gempa.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” ujar Masyhud dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Ia menginstruksikan UPT di wilayah terdampak melakukan pemantauan sedikitnya selama 24-48 jam. Pemeriksaan meliputi struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik dan BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, hingga akses menuju pelabuhan.

“Kami telah instruksikan kepada seluruh UPT terdampak untuk meningkatkan monitoring sekurang-kurangnya 24–48 jam, serta melakukan pemeriksaan terhadap struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik/BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, dan akses menuju pelabuhan,” ungkapnya.

 

Daftar Pelabuhan yang Rusak

Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores di Pelabuhan Laurensius Say di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)

Masyud menegaskan fasilitas yang mengalami kerusakan tidak boleh digunakan sebelum melalui pemeriksaan teknis.

“Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural, tidak dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis,” tegasnya.

Berdasarkan laporan UPT Ditjen Perhubungan Laut, gempa berdampak pada sejumlah pelabuhan di NTT.

Di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang roboh. Saat gempa terjadi, KM Bukit Siguntang sedang bersandar di pelabuhan. Langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, dan area terdampak telah dilakukan.

Sementara di Pelabuhan Labuan Bajo, kerusakan berupa retakan terjadi pada tembok dan dermaga di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu juga mengalami retakan pada tembok kantor dan gudang.

Sejumlah perjalanan wisata sempat dibatalkan sementara. Namun, layanan pelayaran kembali dibuka setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan fasilitas dermaga serta terminal penumpang dinyatakan dapat digunakan dengan aman.

Adapun di Pelabuhan Marapokot, fasilitas causeway dan dermaga eksisting dilaporkan mengalami penurunan elevasi. Pagar pembatas di area pelabuhan juga mengalami keruntuhan.

Selain tiga pelabuhan tersebut, dampak gempa juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu. Ketiga pelabuhan tersebut mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Sementara itu, Pelabuhan Larantuka dilaporkan berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan.

 

Keselamatan Jadi Prioritas

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut masih melanjutkan pemantauan dan pemeriksaan fasilitas transportasi laut di wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan sekaligus menjaga konektivitas dan pelayanan masyarakat di NTT.

Masyarakat dan pengguna jasa diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta mencermati informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan instansi terkait.

“Keselamatan harus menjadi prioritas kita bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, khususnya di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan,” pungkas Masyhud.

Kemenhub memastikan hasil pemeriksaan teknis menjadi dasar dalam menentukan kelayakan fasilitas pelabuhan untuk kembali digunakan. Dengan demikian, operasional transportasi laut di wilayah terdampak dapat berlangsung secara bertahap tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya