TERASI 2026 Hadirkan Karya 60 Ilustrator Lokal, Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Seni

TERASI 2026 merupakan ruang kolaborasi seni, kreativitas, dan ekonomi kreatif Indonesia.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 15 Agustus 2026, 14:00 WIB
TERASI 2026 kembali hadir di Jakarta dengan menghadirkan karya 60 ilustrator lokal serta berbagai kolaborasi kreatif yang merayakan keberagaman Indonesia, Jumat (7/8/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta kembali menjadi ruang bertemunya kreativitas, seni, dan ekonomi kreatif melalui Teras Inspirasi (TERASI) 2026. Festival ilustrasi yang diinisiasi SOVLO ini resmi dibuka pada 13 Agustus 2026 di Agora Mall, Thamrin Nine.

Memasuki tahun ketiga, TERASI mengangkat tema "Rumahku Indonesia" yang terasa relevan dengan semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Festival ini menawarkan cara berbeda untuk mengenal Indonesia melalui ilustrasi yang merekam budaya, tradisi, serta berbagai cerita dalam kehidupan sehari-hari.

Co-Founder SOVLO, Djohan, mengatakan TERASI tidak sekadar menjadi ajang pameran. "(TERASI adalah) sebuah ruang untuk bertemu berbagai cerita, berkolaborasi, dan tentunya merayakan kreativitas Indonesia," ujarnya saat pembukaan TERASI di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Gagasan tersebut sejalan dengan misi SOVLO untuk mendorong karya kreator lokal agar memiliki nilai lebih. Ilustrasi tidak hanya berhenti sebagai karya visual, namun juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi yang membuka peluang lebih luas bagi para kreatornya.

Tahun ini, TERASI menampilkan karya 60 ilustrator lokal yang terpilih dari lebih dari 2.000 karya. Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati pameran seni, Immersive Wall Painting, TERASI Art Market, Creative Workshop, Inspiring Talk, Illustrator Meet & Greet, Drawing Competition, hingga final competition SOVLO Goes to School.

Rangkaian tersebut memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk melihat langsung perkembangan ilustrasi lokal, sekaligus berinteraksi dengan para kreator.

Ruang Kolaborasi bagi Ilustrator Lokal

Irene Umar hadir membuka TERASI 2026 dan menyoroti pentingnya ruang kreatif bagi perkembangan ilustrator lokal, Jumat (7/8/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, menilai festival seperti TERASI dapat menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem ilustrasi di Indonesia. Kehadiran ruang kreatif semacam ini membuka peluang bagi ilustrator untuk memperkenalkan karya, sekaligus membangun koneksi dengan pelaku industri lainnya.

"Melalui SOVLO, kami berharap Jakarta dapat terus berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif yang memberi ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru," katanya di kesempatan yang sama. Ia juga berharap potensi karya para ilustrator dapat terus berkembang di dalam negeri hingga menjangkau pasar global.

Upaya tersebut turut sejalan dengan peran SOVLO dalam mendukung perancang grafis yang ingin mengembangkan diri sebagai ilustrator profesional. Dukungan diberikan terutama pada kreator dengan karya berkualitas yang masih memiliki keterbatasan dalam menjangkau audiens yang lebih luas.

Masuk ke "Rumah"

Lewat tema “Rumahku Indonesia,” TERASI mengajak pengunjung menikmati keberagaman Indonesia lewat perspektif para ilustrator, Jumat (7/8/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Memasuki area TERASI 2026, pengunjung diajak merasakan suasana "rumah" yang menjadi tempat berkumpulnya para seniman lokal. Beragam karya mengangkat kekayaan budaya, tradisi, kehidupan sehari-hari, serta identitas Indonesia dengan sudut pandang personal para ilustrator.

"Kita mungkin memiliki latar belakang dan cerita yang berbeda-beda, tapi kita berada di satu rumah yang bernama Indonesia," ungkap Djohan.

Seniman dan ilustrator Indonesia Mohammad Taufiq (Emte) turut melihat TERASI sebagai ruang yang lebih dari sekadar tempat berkarya. "Bukan sekadar tempat untuk berteduh, melainkan tempat lahirnya ide dan curahan kreativitas, ruang tempat berbagai gagasan tumbuh sekaligus menghadirkan harmoni antara produktivitas dan ketenangan batin," ujarnya.

Karya yang dipamerkan juga hadir dalam berbagai bentuk sehingga tidak hanya menjadi pajangan. Pengunjung dapat menemukan karya yang bisa dinikmati secara langsung, dikenakan, maupun dikoleksi. Beragam aktivitas interaktif turut melengkapi pengalaman selama pameran.

Buka Ruang Karya yang Tak Terbatas

TERASI hadirkan kolaborasi bersama ISDI dan YKAI menghadirkan karya inklusif sekaligus membuka peluang apresiasi dan manfaat ekonomi, Jumat (7/8/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Komitmen TERASI 2026 dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif turut diwujudkan melalui kolaborasi SOVLO bersama Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) dan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI).

Kolaborasi dengan ISDI sebelumnya menghasilkan bagi hasil lebih dari Rp 130 juta pada tahun pertama melalui produk yang menampilkan karya para senimannya. Tahun ini, kerja sama tersebut kembali berlanjut dengan cakupan yang lebih luas melalui keterlibatan karya anak-anak penyintas kanker.

Bersama YKAI, karya anak-anak yang tengah menjalani pengobatan dihadirkan dalam bentuk wearable art. Menggambar dan melukis menjadi aktivitas yang mereka lakukan selama menjalani perawatan, sekaligus menjadi bagian dari terapi dan cara mengisi waktu.

Salah satu karya dibuat oleh anak yang mulai menggambar sejak usia lima tahun. Kemampuannya kemudian berkembang hingga mengantarkannya menjadi pembatik. Karya batik tersebut kini telah dipasarkan dan menjadi bagian dari kolaborasi TERASI 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya