Warung Ayam Geprek Blora Mendadak Membara

Gas bocor menyebabkan warung ayam geprek terbakar.

oleh Ahmad AdirinDiterbitkan 14 Agustus 2026, 19:13 WIB
Warung geprek di Blora terbakar

Liputan6.com, Jakarta - Warung ayam geprek di Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terbakar, Jumat (14/8/2026). Kobaran api sempat mengancam bangunan Indomaret yang berada persis di sebelah warung.

Kebakaran dilaporkan terjadi pukul 12.45 WIB. Api dengan cepat membesar sehingga membuat karyawan warung mendatangi Pos Damkar Ngawen untuk meminta bantuan.

Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Blora Hariyanto Purnomo mengatakan, karyawan warung datang ke pos pemadam karena mengetahui adanya kebocoran gas. Namun sebelum bantuan APAR diberikan, petugas sudah melihat kobaran api dari arah warung.

“Karyawan geprek datang ke pos damkar Ngawen, mau pinjam APAR karena gas bocor, belum sempat menjawab, api kelihatan dari pos damkar sudah besar, dan anggota langsung menuju lokasi,” ujar Hariyanto kepada Liputan6.com.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba pukul 13.00 WIB. Pemadaman dilakukan untuk mencegah api meluas.

Disinggung mengenai penyebab kebakaran, Hariyanto menyebut api berasal dari kebocoran gas pada kompor. “Dari kompor mas, gasnya bocor,” jawab Hariyanto.

Posisi warung yang berada tepat di samping Indomaret membuat petugas harus bergerak cepat. Kobaran api dikhawatirkan merembet ke bangunan minimarket jika tidak segera dikendalikan.

Untuk mempercepat penanganan, Damkar mengerahkan satu unit dari Pos Ngawen dan satu unit dari Mako Blora. Penanganan juga diperkuat satu unit kendaraan suplai serta empat unit dari BPBD.

Petugas melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak menjalar ke bangunan di sekitar lokasi. Hasilnya, kobaran api berhasil dikendalikan. Bangunan pertokoan Indomaret yang berada persis di sebelah warung dipastikan aman.

“Indomaret aman, tidak terdampak,” kata Hariyanto.

Proses pemadaman dan penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 13.55 WIB. Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi aman dan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara nilai kerugian masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Lebih lanjut, Hariyanto mengimbau masyarakat agar segera menghubungi petugas Damkar ketika mengetahui adanya kebakaran. Masyarakat diminta tidak menunggu api membesar karena keterlambatan pelaporan dapat membuat api lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko merembet ke bangunan lain.

“Kalau ada kebakaran segera lapor Damkar, tidak usah nunggu api besar,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya