Ragam Hoaks Terbaru Menyasar Menkeu Purbaya, Simak Daftarnya

Cek Fakta Liputan6.com mengumpulkan sejumlah klaim hoaks menyasar Menkeu Purbaya, apa saja?

oleh Nur HabibieDiterbitkan 14 Agustus 2026, 21:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kerap jadi sasaran hoaks. (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks turuy menyasar sejumlah menteri tak terkecuali Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Hoaks tersebut kerap beredar di media sosial.

Apa saja hoaks tersebut? Simak beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks, Video Menkeu Purbaya Minta Koruptor Dihukum Mati

Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Presiden Prabowo Subianto agar koruptor dihukum mati. Video itu beredar di media sosial Facebook pada beberapa waktu lalu.

Dalam unggahannya terdapat video Purbaya dengan narasi sebagai berikut:

"Hukuman mati harus diterapkan. Ini adalah saran saya kepada Bapak Presiden Bapak Prabowo Subianto. Koruptor mencuri miliaran, lalu dihukum ringan, itu tidak adil. Saya pribadi berpendapat untuk kejahatan luar biasa, hukumannya juga harus luar biasa. Bahkan saya setuju, hukuman mati diterapkan. Minimal asetnya dirampas habis, jangan ada cerita keluar penjara masih kaya. Saya yakin rakyat juga mendukung."

Lalu benarkah klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Presiden Prabowo Subianto agar koruptor dihukum mati? Simak penelusuran berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks, Gubernur Sherly Dukung Menkeu Purbaya Soal Bantuan Dana Pensiunan

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos mendukung Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam memberikan bantuan dana pensiunan. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 15 Juli 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Assalamualaikum, saya Bu Sherly Gubernur Maluku Utara. Saya sangat mendukung program dari Pak Purbaya Sadewa, bagi yang sudah berjasa bagi negara, bantuan dana pensiunan. Saya sangat mendukung sekali."

Akun itu menambahkan narasi:

"#Assalamualaikum #program #bantuan pensiunan bagi yang mau terima #Ayo #daftar #sekarang #fyp #ppppp"

"info lebih lanjut silahkan kelik link di bawa in👇👇https://wa.me/6282379007327"

Lalu benarkah klaim video Sherly Tjoanda Laos dukung Purbaya memberikan bantuan dana pensiunan? Simak penelusuran berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Video Menkeu Purbaya Umumkan Proses Pengambilan Dana Bantuan 2026

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan proses pengambilan dana bantuan 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 4 Juli 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Untuk proses pengambilan dana, setiap penerima dana bantuan diwajibkan untuk menyelesaikan biaya pengganti tandatangan senilai Rp 100 ribu yang dikirim ke rekening bendahara saya atas nama Fajri Maulana. Selain dari atas nama Fajri Maulana, saya tidak bertanggungjawab. Apabila dana bantuan tidak cair setelah anda selesaikan biaya ganti tandatangan tersebut, saya Purbaya Yudhi Sadewa siap bertanggungjawab atas program ini".

Berikut caption pada videonya:

"Assalamualaikum Wr. Wb Program bantuan dana dari Menkeu Purbaya di tahun 2026 untuk masyarakat yang membutuhkan. Semoga bermanfaat dan di pergunakan dengan baik".

Lalu benarkah  klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan proses pengambilan dana bantuan 2026? Simak penelusuran berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya