Liputan6.com, Jakarta - Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau GIAA sepakat untuk mencopot sementara Reza Aulia Hakim dari jabatan Direktur Niaga maskapai pelat merah tersebut. Pelaksana tugas (Plt) jabatan tersebut pun tengah disiapkan manajemen.
Mengutip keterbukaan informasi publik Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary & TJSL Group Head Garuda Indonesia, Andreas Tumpal H. Hutapea mengatakan keputusan itu berlaku efektif mulai 14 Agustus 2026.
Advertisement
Ketetapan tersebut merujuk pada Surat Dewan Komisaris Nomor GARUDA/DEKOM/074/202 6 tanggal 11 Agustus 2026, dengan memperhatikan Surat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Nomor: SR 52/BP/08/2026 tanggal 11 Agustus 2026.
"Dewan Komisaris Perseroan menetapkan pemberhentian sementara Sdr. Reza Aulia Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Niaga Perseroan sejak tanggal 14 Agustus 2026," tulis Andreas dalam dokumen Laporan Informasi dan Fakta Material ke BEI, Kamis (13/8/2026).
Selanjutnya, Dewan Komisaris akan menetapkan pejabat lain untuk menjalankan tugas sebagai Direktur Niaga. Meskipun belum ada nama yang disebut.
Andreas menerangkan, mengacu pada Pasal 11 ayat 15 huruf a Anggaran Dasar Perseroan, apabila suatu waktu oleh sebab apapun terdapat satu jabatan atau lebih anggota Direksi Perseroan lowong, Dewan Komisaris menunjuk salah seorang anggota Direksi yang lain untuk menjalankan pekerjaan anggota Direksi yang lowong tersebut dengan kekuasaan dan wewenang yang sama.
"Adapun lebih lanjut Dewan Komisarisvakan menetapkan pelaksana tugas Direktur Niaga sesuai dengan ketentuan internal yang berlaku di Perseroan," ujarnya.
Manajemen memastikan tidak ada operasional perusahaan yang terganggu atas pencopotan sementara Reza Aulia Hakim dari jabatan Direktur Niaga tersebut.
"Tidak terdapat dampak langsung terhadap kegiatanvoperasional Perseroan, Perseroan memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan dengan normal," tegas dia.
Pernah Rombak Jajaran
Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi mengubah susunan direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026. Perubahan ini menjadi bagian dari langkah perseroan memperkuat transformasi bisnis dan mempercepat fase pemulihan kinerja.
Dalam agenda perubahan pengurus, pemegang saham menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, setelah menjabat Komisaris sejak Oktober 2025. Di saat yang sama, Sugito Anjasmoro ditunjuk sebagai Komisaris, sementara Eksitarino Irianto diberhentikan dengan hormat dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service.
Direktur Utama Glenny Kairupan mengatakan perubahan susunan manajemen ini diharapkan memperkuat akselerasi transformasi perusahaan. Menurutnya, transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group dapat tumbuh dengan pondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang.
"Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara,” tutur Glenny.
Susunan Terbaru
Adapun susunan direksi baru Garuda Indonesia hasil RUPST per 13 Mei 2026 adalah sebagai berikut:
• Direktur Utama: Glenny Kairupan
• Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
• Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
• Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
• Direktur Teknik: Mukhtaris
• Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
• Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
• Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
Sementara susunan Dewan Komisaris terdiri dari:
• Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
• Komisaris Independen: Mawardi Yahya
• Komisaris: Chairal Tanjung
• Komisaris: Sugito Anjasmoro