Menhub Soal Penyebab Kebakaran KMP Putri Yasmin: Tunggu Investigasi KNKT

Menhub Dudy Purwagandhi mengungkapkan KMP Putri Yasmin dalam kondisi layak berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir Juni 2026.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 13 Agustus 2026, 13:44 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan penjelasan mengenai penanganan musibah kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Bali, Rabu (12/8/2026). (Dok Kemenhub)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi tak ingin buru-buru menyimpulkan penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Bali, Rabu, 12 Agustus 2026.  Dia masih menunggu proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Diketahui, KMP Putri Yasmin menjadi kejadian kebakaran terbaru yang melibatkan kapal di kawasan perairan. Dudy menjelaskan kapal tersebut sebelumnya telah dinyatakan laik laut per Juni 2026.

"Kami tidak ingin mendahului hasil investigasi. Yang terpenting, penyebab kejadian ini nantinya dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran," kata Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).

"Satu hal perlu diketahui, KMP Putri Yasmin dalam kondisi laik melaut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada bulan Juni 2026,” imbuhnya.

Dudy juga menyampaikan operasi penyelamatan akan dilakukan hingga 7 hari ke depan. Posko aduan masyarakat juga telah dibuka. Karena itu, apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga, diharapkan segera melaporkan informasi tersebut kepada petugas posko.

“Seperti yang kita ketahui, perairan Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat, sehingga saat terjadi kecelakaan, diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ini,” ujar Dudy.

Menhub Evaluasi Soal Jumlah Penumpang

Sebelumnya, Dudy Purwagandhi menyoroti adanya perbedaan data korban kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Bali, Rabu, 12 Agustus 2026. Dia menegaskan segera melakukan evaluasi terhadap temuan tersebut.

Dudy akan meminta verifikasi penuh terhadap kemungkinan perbedaan data manifest penumpang KMP Putri Yasmin dengan jumlah korban yang berhasil dievakuasi. Perbedaan data merupakan temuan serius yang akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi secara komprehensif.

“Untuk diketahui, ketika kapal mengajukan surat izin berlayar, pada umumnya jumlah penumpang sudah didaftarkan. Namun demikian, sebelum kapal benar-benar berlayar, biasanya ada penambahan penumpang yang tidak dilaporkan," kata Dudy dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, 13 Agustus 2026.

"Inilah yang menjadi bahan evaluasi, walaupun surat izin berlayar sudah diterbitkan, penambahan jumlah penumpang harus tetap dilaporkan,” tegas dia.

 

 

Beda Data Korban

Petugas penyelamat, personel militer, dan polisi membawa penumpang yang telah dievakuasi menggunakan tandu turun dari kapal pencarian dan penyelamatan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu, 12 Agustus 2026. (AFP)

Informasi, verdasarkan laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin tercatat 114 penumpang, belum termasuk awak kapal. Sementara hingga Rabu (12/8/2026) sore, jumlah penumpang yang telah ditemukan sebanyak 173 orang, dengan 172 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.

Adapun pada malam harinya, satu kapal sedang menuju Pelabuhan Lembar dan dikabarkan membawa 39 orang. Jika demikian, total yang dievakuasi mencapai 212 orang, jauh lebih tinggi dari angka dalam manifest.

Fokus Penanganan Korban

Dudy menegaskan prioritas pemerintah saat ini adalah untuk mengevakuasi korban dan pendataan penumpang. "Prioritas kami saat ini adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal serta memastikan mereka yang telah ditemukan segera mendapatkan pertolongan yang diperlukan," kata Dudy saat meninjau Posko SAR di Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dudy menyatakan, sejak menerima informasi kejadian sekitar pukul 04.20 WITA, seluruh unsur terkait langsung bergerak melakukan pencarian, pertolongan, dan evakuasi.

"Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan belasungkawa dan doa agar diberikan kekuatan serta ketabahan," lanjut Dudy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya