Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rekam jejak dan kompetensi menjadi pertimbangan utama Presiden Prabowo Subianto dalam menunjuk Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).
Prasetyo menilai Destry memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan dan telah dua periode menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI.
Advertisement
“Ya yang pasti kan rekam jejak beliau kan? Rekam jejak beliau yang, ya, mulai dari ilmu sarjana sampai mengabdikan diri sekian puluh tahun kan di bidang keuangan,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, pengalaman Destry selama berkarier di bidang keuangan menjadi salah satu alasan mendasar yang dipertimbangkan Presiden dalam menentukan calon Gubernur BI.
“Dan beliau juga dua kali, dua periode menjadi Deputi Gubernur Senior gitu. Itu salah satu alasan yang paling mendasar kan, tentunya kan kompetensi kan,” ujarnya.
Prasetyo menegaskan bahwa penunjukan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan profesional serta pengalaman panjang Destry dalam menjaga stabilitas sektor moneter dan keuangan nasional.
Surpres Calon Gubernur BI Sudah Diserahkan ke DPR
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengirim Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI untuk mengajukan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia definitif.
Surpres tersebut diserahkan langsung oleh Mensesneg Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR RI pada Senin (10/8/2026). Ia menegaskan bahwa Destry merupakan satu-satunya nama yang diajukan Presiden.
“Namanya tunggal ya, satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti. Yang sekarang beliau menjabat sebagai penjabat gubernur sementara. Besok secara resmi pimpinan DPR pasti akan menyampaikan kepada teman-teman,” kata Prasetyo usai penyerahan Surpres di kompleks parlemen, Jakarta.
Surpres itu diterima oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Saat ini, Destry menjalankan tugas sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Juli 2026.