Kebakaran Hebat Kilang Minyak Terbesar Kedua di Libya Dipicu Serangan Drone

oleh Arie BasukiDiterbitkan 12 Agustus 2026, 13:38 WIB
Kebakaran Hebat Kilang Minyak Terbesar Kedua di Libya Dipicu Serangan Drone
Serangkaian serangan pesawat tak berawak melanda fasilitas energi di Zawiya Libya sejak Senin 10 Agustus 2026. Hantaman drone membakar tangki bensin berisi 4,5 juta liter bahan bakar di Kilang Zawiya hingga strukturnya runtuh. Kilang terbesar kedua di Libya ini berkapasitas 120.000 barel per hari. Serangan berlanjut hingga Selasa dengan menargetkan pembangkit listrik kota. Petugas pemadam kebakaran terus berjuang mengendalikan api di tengah ancaman drone susulan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Rentetan aksi kekerasan tersebut semakin mempertegas kondisi keamanan yang kian rapuh di wilayah infrastruktur vital Libya.
Asap hitam pekat membubung saat kebakaran di kilang minyak Zawiya setelah serangan pesawat nirawak di Zawiya, Libya, Selasa, 11 Agustus 2026. (AFP/ Mahmud Turkiya)
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran di kilang minyak Zawiya setelah serangan pesawat nirawak di Zawiya, Libya, Selasa, 11 Agustus 2026. (AP/Yousef Murad)
Asap hitam pekat membubung saat kebakaran di kilang minyak Zawiya setelah serangan pesawat nirawak di Zawiya, Libya, Selasa, 11 Agustus 2026. (AFP/ Mahmud Turkiya)
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran di kilang minyak Zawiya setelah serangan pesawat nirawak di Zawiya, Libya, Selasa, 11 Agustus 2026. (AP/Yousef Murad)
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran di kilang minyak Zawiya setelah serangan pesawat nirawak di Zawiya, Libya, Selasa, 11 Agustus 2026. (AP/Yousef Murad)
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran di kilang minyak Zawiya setelah serangan pesawat nirawak di Zawiya, Libya, Selasa, 11 Agustus 2026. (AP/Yousef Murad)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya