HUT ke-81 RI, Bawang Merah Bawang Putih hingga Malin Kundang Jadi Inspirasi 3 Croissant Edisi Terbatas

Gambaran cerita rakyat inspirasi croissant Paris Baguette edisi HUT ke-81 RI tak hanya melalui nama, tapi juga bentuk, warna, dekorasi, dan komposisi bahan.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 12 Agustus 2026, 18:00 WIB
Paris Baguette menghadirkan kreasi croissant Dua Saudari yang terinspirasi dari cerita Bawang Merah Bawang Putih di momen HUT ke-81 RI. (dok. Paris Baguette)

Liputan6.com, Jakarta - Cerita rakyat Indonesia menjadi inspirasi dalam kreasi pastry untuk menyambut HUT ke-81 RI. Tiga croissant edisi terbatas menghadirkan interpretasi baru dari kisah Bawang Merah Bawang Putih, Legenda Danau Toba, dan Malin Kundang melalui perpaduan rasa, bentuk, serta dekorasi.

Mengusung tema "Legenda Rasa: Because Every Layer Tells A Story," menu tersebut memadukan teknik pastry dengan cita rasa dan elemen budaya Nusantara. Setiap croissant membawa karakter berbeda sesuai cerita yang menjadi sumber inspirasinya.

"Melalui 'Legenda Rasa,' kami ingin merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia lebih dekat dengan keseharian pelanggan. Ketiga kreasi croissant ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap kekayaan budaya Indonesia yang diterjemahkan ke dalam pastry khas Paris Baguette," kata CEO Erajaya Food & Nourishment, Jeremy Sim, dalam keterangannya pada Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 11 Agustus 2026.

Croissant pertama bernama Croissant Dua Saudari yang terinspirasi dari cerita Bawang Merah Bawang Putih. Kreasi ini menerjemahkan karakter kedua saudari melalui perpaduan bahan dengan profil rasa yang berbeda.

Garlic butter dan cream cheese memberikan rasa gurih, serta tekstur creamy. Sambal bawang kering menambahkan sensasi pedas yang merepresentasikan karakter Bawang Merah. Kombinasi tersebut menghasilkan perpaduan gurih, creamy, dan sedikit pedas di setiap gigitan.

Paris Baguette menghadirkan kreasi croissant Puteri Toba yang terinspirasi dari legenda Danau Toba di momen HUT ke-81 RI. (dok. Paris Baguette)

Kisah Danau Toba hadir melalui Croissant Puteri Toba. Bagian permukaan croissant mendapatkan hiasan gold dust yang melambangkan sisik ikan mas dalam legenda tersebut.

Isian markisa Medan yang dilapisi white chocolate memberikan perpaduan rasa manis dan segar. Kombinasi tersebut juga memberikan karakter berbeda dari croissant pertama yang mengandalkan cita rasa gurih dan pedas.

Pesisir Manis

Paris Baguette menghadirkan kreasi croissant Pesisir Manis yang terinspirasi dari cerita Malin Kundang di momen HUT ke-81 RI. (dok. Paris Baguette)

Croissant Pesisir Manis menjadi kreasi ketiga dengan mengambil inspirasi dari kisah Si Malin Kundang. Bentuk pastry menyerupai batu untuk menggambarkan perubahan Malin Kundang setelah mendapat kutukan dalam legenda tersebut.

Dekorasi gold leaves melambangkan kekayaan yang muncul dalam kisah tersebut. Bagian dalam croissant memadukan wijen panggang dan salted caramel untuk menghadirkan keseimbangan rasa gurih dan manis.

Ketiga kreasi tersebut menerjemahkan cerita rakyat tidak hanya melalui nama. Bentuk, warna, dekorasi, dan komposisi bahan turut digunakan untuk menggambarkan karakter, serta simbol dari masing-masing legenda.

"Kami berharap setiap lapisan croissant tidak hanya menghadirkan kualitas dan cita rasa premium, tapi juga mengajak pelanggan mengenang kembali cerita-cerita rakyat yang telah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia," ujar Jeremy.

Tiga croissant edisi terbatas ini tersedia di seluruh gerai Paris Baguette Indonesia mulai 10 Agustus 2026. Setiap varian dibanderol seharga Rp 45 ribu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya