Pernikahan Gamma Thohir dan Keelie Gunawan Hadirkan Pasar Tradisional Bali yang Megah

Keponakan Erick Thohir, Gamma Thohir dan Keelie Gunawan gelar pernikahan di Bali dengan dekorasi yang megah

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 12 Agustus 2026, 10:00 WIB
Dua instalasi naga berukuran besar menjadi elemen dekoratif yang menjaga area tangga menuju lokasi perayaan. Bentuk naga tersebut terinspirasi dari shio Tionghoa Gamma dan Keelie, sekaligus menjadi simbol perlindungan bagi pasangan di awal kehidupan pernikahan mereka. [@dikhadheansa]

Liputan6.com, Jakarta - Pernikahan Gamma Thohir dan Keelie Gunawan di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, tidak hanya menghadirkan kemegahan sebuah pesta pernikahan, tetapi juga membawa kekayaan budaya Bali ke dalam setiap detail perayaannya. Berlangsung di kawasan ikonik GWK, perayaan ini memadukan suasana sunset cocktail dengan dekorasi yang sarat simbolisme dan dikerjakan oleh Stupa Caspea.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah dekorasi sunset cocktail pada 8 Agustus 2026 di area Lotus Pond GWK Bali. Konsep keseluruhannya mengambil bentuk angka 88, yang dalam perayaan ini dimaknai sebagai simbol infinity dan kemakmuran. Dari konsep tersebut, Stupa Caspea menghadirkan interpretasi pasar tradisional Bali yang dibuat khusus untuk menyambut para tamu.

Alih-alih hanya menjadi latar dekoratif, area tersebut dirancang sebagai sebuah pengalaman. Berbagai aktivitas ditempatkan di setiap sudut sehingga para tamu dapat menikmati atmosfer budaya dan tradisi Bali sambil merayakan momen bahagia Gamma dan Keelie.

 

Dekorasi Pasar Tradisional Bali yang Dikemas Megah

Dirancang oleh Stupa Caspea, dekorasi pernikahan didominasi dengan unsur kerajinan tradisional Indonesia. [@dikhadheansa]

Elemen tradisional menjadi benang merah dalam dekorasi pernikahan ini. Material anyaman, struktur menyerupai bangunan tradisional, hingga detail ornamen khas Bali hadir dalam interpretasi yang lebih modern.

Stupa Caspea membawa berbagai elemen tersebut ke dalam ruang perayaan tanpa menghilangkan karakter monumental GWK. Hasilnya adalah sebuah dekorasi yang terasa megah, tetapi tetap memiliki kedekatan dengan akar budaya Indonesia.

Keunikan lainnya terlihat dari instalasi naga yang ditempatkan di area tangga. Patung naga tersebut tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi memiliki makna personal bagi pasangan.

Terinspirasi dari shio Tionghoa Gamma dan Keelie, dua naga tersebut seolah menjadi penjaga area perayaan. Kehadirannya sekaligus menambahkan unsur budaya Tionghoa ke dalam konsep yang secara keseluruhan sangat kental dengan nuansa Bali.

 

Ketika Budaya Menjadi Bagian dari Pengalaman Pernikahan

Pernikahan keponakan Erick Thohir, Gamma Thohir dan Keelie Gunawan masih berlanjut di Bali. Kali ini, hadirkan dekorasi bernuansa Nusantara dengan dominasi warna merah dan material anyaman. [@dikhadheansa]

Konsep yang dihadirkan Stupa Caspea menunjukkan bagaimana dekorasi pernikahan kini tidak hanya berfungsi untuk mempercantik venue. Setiap elemen dapat dirancang untuk membawa cerita dan identitas pasangan.

Dalam pernikahan Gamma dan Keelie, budaya Bali menjadi bagian penting dari pengalaman tamu. Mulai dari lanskap GWK sebagai lokasi utama, interpretasi pasar tradisional, aktivitas budaya, hingga pertunjukan seni yang hadir sepanjang perayaan.

Kemegahan GWK pun menjadi latar yang memperkuat keseluruhan konsep. Patung monumental yang menjadi salah satu ikon Bali berpadu dengan dekorasi bernuansa tradisional, menciptakan suasana perayaan yang sekaligus terasa intim dan monumental.

 

Penampilan Keelie dengan Headpiece Rinaldy A. Yunardi

Keelie Gunawan tampil bak bangsawan dengan headpiece rancangan desainer Rinaldy A. Yunardi. Headpiece berwarna keemasan tersebut memiliki detail ukiran dan ornamen yang terinspirasi dari estetika tradisional, sekaligus menjadi statement piece dalam penampilan Keelie.

Tidak hanya dekorasi, penampilan Keelie Gunawan juga menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian. Dalam salah satu momen perayaan, Keelie tampil dalam busana putih dengan aksesori kepala yang menjadi statement piece.

Headpiece tersebut merupakan karya desainer aksesori Indonesia Rinaldy A. Yunardi, yang dikenal melalui karya-karya dengan karakter sculptural dan detail yang dramatis. Aksesori tersebut melengkapi penampilan Keelie sekaligus memberikan sentuhan artistik pada keseluruhan look pengantin.

Perpaduan busana pengantin, aksesori, dekorasi, dan lanskap GWK membuat perayaan Gamma dan Keelie terasa memiliki identitas yang kuat.

Pada akhirnya, pernikahan Gamma Thohir dan Keelie Gunawan bukan sekadar perayaan cinta dua individu. Melalui karya Stupa Caspea, budaya Bali, simbol keberuntungan 88, elemen naga yang merepresentasikan pasangan, serta sentuhan desain dari Rinaldy A. Yunardi, pesta ini menjadi sebuah perayaan tentang cinta, warisan budaya, dan awal kehidupan baru yang penuh harapan.  ada judul artikel yang menarik? Tentu. Kalau untuk artikel foto Fimela, saya akan pilih judul yang lebih visual, singkat, dan langsung menonjolkan kemegahan dekorasi serta budaya Bali.       

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya