Liputan6.com, Bogota - Seorang warga bernama Santiago Velázquez menceritakan detik-detik saat gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia.
Dikutip dari The Guardian, Selasa (11/8/2026), dirinya sedang berkendara menuju sekolah anaknya di kawasan pinggiran antara Pereira dan Cartago, Provinsi Risaralda, Kolombia, ketika gempa mengguncang wilayah tersebut.
Advertisement
Menurut Velázquez, seluruh kendaraan terpaksa berhenti karena guncangan gempa membuat mobil-mobil bergoyang dan terlempar ke sana kemari.
Saat gempa terjadi, Velázquez sudah berada di luar bangunan. Namun, ia mengatakan banyak orang berjatuhan dan tertimpa benda ketika berusaha menyelamatkan diri dari gedung-gedung tempat mereka berada.
Menurut dia, saat gempa terjadi, lalu lintas di daerah tersebut sangat macet. Karena itu, Velázquez memilih menggunakan sepeda motor untuk menuju pusat kota dengan harapan dapat membantu teman dan keluarganya.
Ia mengetahui adanya satu longsor yang menyeret beberapa rumah. Ia juga mendengar laporan bahwa sejumlah bangunan bertingkat lima di kawasan pinggiran mengalami keretakan parah hingga disebut “benar-benar retak”.
Di sejumlah wilayah, pasokan air, listrik, dan gas juga terputus.
“Ini sebuah bencana,” kata Velázquez.