Liputan6.com, Jakarta - Perubahan nafsu makan pada hewan kesayangan menjadi salah satu tanda yang mudah diamati pemilik ketika kondisi anabul mulai menurun. Anjing atau kucing yang biasanya antusias menyambut waktu makan dapat menunjukkan perubahan perilaku ketika mengalami gangguan kesehatan.
Pet owner perlu memperhatikan perubahan tersebut bersama gejala lain, seperti muntah, diare, lesu, perubahan kualitas feses, dan penurunan energi. Pemeriksaan dokter hewan menjadi langkah penting ketika gejala muncul berulang atau berlangsung dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Advertisement
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai pada anjing adalah parvovirus. Penyakit yang sangat menular tersebut dapat menyerang, terutama anak anjing dan anjing yang belum divaksinasi. Parvovirus dapat menyebabkan muntah berat, diare yang terkadang disertai darah, kehilangan nafsu makan, lesu, dan dehidrasi.
Dokter hewan dan Technical Advisor PT Petour Petfood Indonesia, drh. Fadhil Arifwal, mengatakan pet owner perlu memahami bahwa pencegahan tetap menjadi bagian utama dalam menjaga anjing dari parvovirus.
"Parvovirus pada anjing sangat menular dan berpotensi mengancam jiwa. Vaksinasi dan kebersihan yang baik merupakan langkah pencegahan penting," kata drh. Fadhil melalui keterangan resmi pada Lifestyle Liputan6.com, Senin, 10 Agustus 2026.
Pemeriksaan tidak sebaiknya ditunda ketika anjing menunjukkan muntah berat, diare, lesu, atau kehilangan nafsu makan. Kondisi serupa juga perlu mendapat perhatian pada kucing, meski masalah kesehatan yang dihadapi dapat berbeda.
Kesehatan pencernaan berkaitan dengan nafsu makan, kualitas feses, penyerapan nutrisi, serta kenyamanan kucing dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bulu yang tertelan ketika kucing membersihkan tubuh juga melewati saluran pencernaan.
Perawatan Kucing
Kondisi tersebut membuat pengelolaan hairball menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam perawatan kucing. "Muntah, diare, konstipasi, atau kehilangan nafsu makan yang berulang perlu diperiksa oleh dokter hewan,” ujar drh. Fadhil.
Pemilik kucing dapat mengamati pola makan dan kondisi feses sebagai bagian dari pemantauan rutin. Perubahan yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi petunjuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, terutama ketika kucing juga menunjukkan perubahan perilaku atau tingkat kenyamanan setelah makan.
Perawatan kesehatan anabul juga mencakup pemenuhan nutrisi harian. Makanan dengan nutrisi fungsional dapat membantu mendukung kebutuhan tertentu, tapi pemberian makanan tidak menggantikan vaksinasi, pemeriksaan, maupun penanganan medis ketika hewan mengalami penyakit.
Edukasi Kesehatan Anabul
Keepo mengangkat edukasi kewaspadaan terhadap parvovirus di Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 pada 3–5 Juli 2026. Melalui kegiatan tersebut, mereka memperkenalkan formula fungsional dengan teknologi Dual Freeze-Dried yang menghadirkan aroma dan tekstur lebih menarik untuk pengalaman makan anjing.
Edukasi juga menekankan pentingnya vaksinasi, kebersihan, serta konsultasi dokter hewan sebagai langkah pencegahan.
"Melalui Keepo, kami ingin mengajak pet owner lebih aware terhadap vaksinasi, kebersihan, dan penanganan dokter hewan secara tepat waktu, sekaligus mendukung pengalaman makan harian anabul melalui nutrisi fungsional dan Dual Freeze-Dried yang lebih menarik," ujar Brand Manager PT Petour Petfood Indonesia, Novy Dewi.
Mr. Vet melanjutkan edukasi kesehatan pencernaan kucing melalui Indo Pet Xperience Vol. 03 di Surabaya pada 17–19 Juli 2026. Mr. Vet memperkenalkan Mr. Vet Sandwich dengan konsep Daily Complete Care 3-in-1 yang memadukan Gut Comfort, Hairball Care, serta Skin & Coat Care melalui Functional Soft Core Technology.