Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (11/8/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0,69% disertai dengan aksi jual asing Rp 876 miliar pada perdagangan saham Senin, 10 Agustus 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham TPIA, BMRI, TLKM, ASII dan BBRI.
Advertisement
"IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini," ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.300-6.320 dan level resistance 6.400-6.440.
Sementara itu, dalam riset PT Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, selama mampu kembali menembus dan kembali bertahan di atas 6.377, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.463–6.500, dengan target berikutnya sekitar 6.723.
Sebaliknya, pelemahan di bawah 6.299 berisiko memicu koreksi menuju 6.264, kemudian 6.230. Kiwoom Research menyarankan hold/accumulate on weakness, dengan trailing stop apabila IHSG kembali ditutup di bawah area 6.299.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).
Trading Idea hari ini: BBCA, AADI, ADRO, MEDC, RAJA, dan ELSA
- BBCA Spec Buy dengan area beli di 6.350, cutloss di bawah 6.275. Target dekat di 6.500-6.700.
- AADI Spec Buy dengan area beli di 9.125-9.175, cutloss di bawah 9.100. Target dekat di 9.250-9.350.
- ADRO Spec Buy dengan area beli di 2.510-2.530, cutloss di bawah 2.500. Target dekat di 2.550-2.580.
- MEDC Spec Buy dengan area beli di 1.295, cutloss di bawah 1.285. Target dekat di 1.320-1.355.
- RAJA Spec Buy dengan area beli di 890, cutloss di bawah 875. Target dekat di 905-920.
- ELSA Spec Buy dengan area beli di 690-700, cutloss di bawah 680. Target dekat di 720-740.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 10 Agustus 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Senin, (10/8/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang melemah dan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) awal pekan ini.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,69% menjadi 6.365,37. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,96% menjadi 634,12. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.462,73 dan level terendah 6.362,75. Sebanyak 329 saham melemah sehingga bebani IHSG. 287 saham menguat dan 180 saham diam di tempat.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup terkoreksi 0,69% ditengah pergerakan bursa regional yang mayoritas menguat, di sisi lain nilai tukar rupiah juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat di level 17.800.
"Kami mencermati, dari sisi teknikal, pergerakan IHSG masih tertahan area resist 6.454 dan adanya aksi profit taking setelah selama sepekan kemarin IHSG menguat 2,78%,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Sektor Saham
Total frekuensi perdagangan saham 2.626.934 kali dengan volume perdagangan saham 47 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.753.
Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham transportasi yang menguat. Sektor saham transportasi melambung 6,21%.
Sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,37%, dan catat koreksi terbesar. Lalu sektor saham infrastruktur tergelincir 1,25%, dan sektor saham industri merosot 0,74%.
Lalu sektor saham energi merosot 0,68%, sektor saham basic melemah 0,20%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,23%, sektor saham kesehatan tergelincir 0,40%. Lalu sektor saham keuangan turun 0,05%, sektor saham properti merosot 0,38%, sektor saham teknologi susut 0,36%.