IHSG Diprediksi Menguat ke 6.440, Simak Rekomendasi Saham Analis 11 Agustus 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham Selasa, (11/8/2026). Berikut strategi rekomendasi saham-nya.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 Agustus 2026, 07:10 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Selasa, (11/8/2026). IHSG hari ini berpeluang naik ke 6.440-6.544. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,69% ke 6.365, dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 10 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave © dari wave [iv]. Ia mengatakan, hal itu berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544.

"Cermati kembali akan adanya potensi lanjutan koreksi dalam jangka pendek ke rentang 6.308-6.360,” ujar Herditya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 6.319,6.201 dan level resistance 6.454,6.599 pada Selasa pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.320-6.600.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Buy on Weakness

Saham DSSA menguat 1,03% ke 985 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun cenderung mengecil. “Kami memperkirakan, posisi DSSA saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” kata dia.

Buy on Weakness: 940-970

Target Price: 1.100, 1.195

Stoploss: below 905

 

2. PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Buy on Weakness

Saham ESSA menguat 7,87% ke 685 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan oleh MA200. “Kami perkirakan, posisi ESSA sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b],” ujar dia.

Buy on Weakness: 650-680

Target Price: 700, 730

Stoploss: below 640

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Trading Buy

Saham HRTA menguat 2,33% ke 2.200 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Saat ini, posisi HRTA diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c],” kata dia.

Trading Buy: 2.150-2.200

Target Price: 2.290, 2.380

Stoploss: below 2.080

 

4.PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) - Buy on Weakness

Saham WIFI terkoreksi 2,23% ke 1.975 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, tetapi koreksinya masih mampu tertahan MA20. “Kami memperkirakan, posisi WIFI saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.945-1.965

Target Price: 2.130, 2.220

Stoploss: below 1.885

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG 10 Agustus 2026

Ilustrasi IHSG (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Senin, (10/8/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang melemah dan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) awal pekan ini.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,69% menjadi 6.365,37. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,96% menjadi 634,12. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.462,73 dan level terendah 6.362,75. Sebanyak 329 saham melemah sehingga bebani IHSG. 287 saham menguat dan 180 saham diam di tempat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup terkoreksi 0,69% ditengah pergerakan bursa regional yang mayoritas menguat, di sisi lain nilai tukar rupiah juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat di level 17.800.

"Kami mencermati, dari sisi teknikal, pergerakan IHSG masih tertahan area resist 6.454 dan adanya aksi profit taking setelah selama sepekan kemarin IHSG menguat 2,78%,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

 

Sektor Saham

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Total frekuensi perdagangan saham 2.626.934 kali dengan volume perdagangan saham 47 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.753.

Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham transportasi yang menguat. Sektor saham transportasi melambung 6,21%.

Sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,37%, dan catat koreksi terbesar. Lalu sektor saham infrastruktur tergelincir 1,25%, dan sektor saham industri merosot 0,74%.

Lalu sektor saham energi merosot 0,68%, sektor saham basic melemah 0,20%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,23%, sektor saham kesehatan tergelincir 0,40%. Lalu sektor saham keuangan turun 0,05%, sektor saham properti merosot 0,38%, sektor saham teknologi susut 0,36%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya