Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan RANS Entertainment hingga menjadi perusahaan publik ternyata tidak berlangsung dalam waktu singkat. Raffi Ahmad dan Nagita Slavina membangun RANS secara bertahap, dari skala kecil hingga berkembang menjadi perusahaan dengan berbagai lini bisnis dan intellectual property (IP).
Perjuangan tersebut turut disaksikan Mayora Group yang telah menjadi salah satu mitra RANS sejak 2019. Selama tujuh tahun, kerja sama keduanya terus berkembang hingga RANS memasuki babak baru sebagai perusahaan publik pada 2026.
Advertisement
"Fondasi ini sudah dibangun dari tujuh (7) tahun yang lalu. Mulai dari kita di garasi sampai kita melantai di bursa, Mayora masih percaya dengan perkembangan RANS. Integrasi ini membuktikan bahwa sinergi antara corporate brand dan creator platform mampu menghasilkan dampak komersial sekaligus dampak sosial yang luas bagi masyarakat" ucap Nagita Slavina, selaku Direktur Utama RANS saat jumpa pers di Kawasan Jakarta Selatan, Senin (10/8).
RANS Bukan Hanya Pencapaian Bisnis
Bagi Raffi, perjalanan RANS tidak hanya berbicara mengenai pencapaian bisnis. Ada proses panjang yang harus dilalui, termasuk kemampuan beradaptasi dengan perubahan industri hiburan dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
"Ya seperti yang tadi saya sudah sampaikan. Sebenarnya begini, wah, setiap seperti Pak Rizky sampaikan, setiap bulan, setiap tahun, apa pun itu, ini pergeseran dinamika, apa pun keadaan cuaca tetap, ekonomi tentang perubahan apa pun, kita harus cepat. Harus cepat berubah, dari ada media konvensional, contoh, ada media digital, ada sekarang lagi hebat-hebatnya misalnya di konser, tiba-tiba lagi rame sekarang di live streaming, di mana pun itu, ini harus kita cepat gitu beradaptasi. Harus cepat banget beradaptasi," ujar Raffi Ahmad.
Kemampuan beradaptasi tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi RANS dalam mengembangkan bisnisnya. Raffi menyadari bahwa industri hiburan terus berubah sehingga perusahaan harus mampu membaca perkembangan media, tren digital, hingga pola konsumsi masyarakat.
Dalam proses tersebut, Raffi juga menilai hubungan dengan mitra tidak bisa hanya dibangun berdasarkan kepentingan transaksional. Menurutnya, kepercayaan dan pemahaman terhadap karakter masing-masing pihak menjadi bagian penting dalam menjaga kerja sama jangka panjang.