12 Agustus 1851: Isaac Singer Patenkan Mesin Jahit Komersial

Isaac Singer mendapatkan hak paten untuk model mesin jahitnya pada 12 Agustus 1851.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 12 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Mesin Jahit yang Dipatenkan di 12 Agustus 1851. (AP Photo/Carolyn Kaster)

Liputan6.com, Washington D.C - Isaac Merritt Singer mematenkan model mesin jahit komersial yang dirancang lebih efisien pada 12 Agustus 1851. Paten tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan mesin jahit modern dan kemudian berkontribusi terhadap pertumbuhan industri tekstil.

Singer lahir sebagai anak kedelapan dari pasangan imigran Jerman pada 27 Oktober 1811 di Pittstown, New York, Amerika Serikat. Di masa mudanya, ia bekerja sebagai mekanik dan pembuat lemari. Ia juga sempat menekuni dunia akting dan mendirikan kelompok teater bernama The Merritt Players.

Namun, kebutuhan akan penghasilan yang lebih stabil membawanya bekerja di sebuah pabrik di Fredericksburg, Ohio. Pabrik tersebut memproduksi huruf kayu untuk keperluan percetakan. Melihat kebutuhan akan mesin pengukir huruf yang lebih baik, Singer kemudian mengembangkan mesin yang lebih canggih.

Dikutip dari Smithsonian Institution, Rabu (12/8/2026), Singer bersama seorang rekannya membawa mesin tersebut ke Boston pada Juni 1850 untuk mencari dukungan finansial. Ia kemudian menyewa ruang pameran di bengkel milik Orson C. Phelps.

Di bengkel tersebut, Singer melihat mesin jahit yang sedang dikembangkan Phelps untuk John A. Lerow dan Sherburne C. Blodgett. Setelah mempelajari desain dan kelemahannya, Singer mulai merancang mesin jahit dengan sejumlah perubahan.

Salah satu inovasi utamanya adalah penggunaan shuttle yang bergerak dalam lintasan lurus, bukan berputar dalam lingkaran penuh seperti mesin sebelumnya. Singer juga mengganti jarum horizontal yang melengkung dengan jarum lurus yang bergerak secara vertikal.

Phelps menyetujui gagasan tersebut dan membantu Singer menyempurnakan rancangan mesin jahitnya.

Pada model pertamanya yang diajukan untuk mendapatkan paten, Singer merancang mesin jahit komersial yang mampu menghasilkan jahitan kunci (lockstitch) menggunakan jarum lurus dengan lubang benang di ujungnya dan shuttle yang bergerak maju-mundur.

Singer kemudian memperoleh Paten Amerika Serikat Nomor 8.294 pada 12 Agustus 1851. Mesin jahit komersial tersebut diproduksi di bengkel milik Phelps di Boston.

Mesin tersebut menggunakan komponen utama berbahan besi cor, termasuk kepala mesin, cam dasar, dan roda gigi. Karena proses manufaktur saat itu belum secanggih sekarang, komponen-komponen tersebut harus dikikir dan digiling secara manual agar dapat dirakit dengan tepat.

Paten Singer mencakup sejumlah inovasi teknis, antara lain gerakan tambahan pada shuttle untuk mengencangkan jahitan, penggunaan bantalan gesekan untuk mengatur tegangan benang dari gulungan, serta mekanisme penempatan gulungan benang pada lengan yang dapat disesuaikan.

Singer juga dikenal pandai mempromosikan temuannya. Ia kerap memamerkan mesin jahit tersebut dalam berbagai acara sosial dan meyakinkan para perempuan yang hadir bahwa mesin itu dapat dipelajari dan digunakan dengan mudah.

Mesin jahit tersebut dibawa menggunakan peti khusus yang sekaligus berfungsi sebagai penyangga. Di bagian bawahnya terdapat pedal kayu yang memungkinkan pengguna mengoperasikan mesin dengan kaki sehingga kedua tangan dapat digunakan untuk mengarahkan kain.

Meski kemudian mesin jahit Singer identik dengan penggunaan rumah tangga, model awal yang dipatenkan pada 1851 tersebut pada dasarnya dirancang untuk kebutuhan industri manufaktur, bukan untuk penggunaan di rumah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya