Kebakaran Bromo Diduga Akibat Human Error, Ini Kata Menko Polkam

Suhu udara yang dingin di kawasan Gunung Bromo membuat pengunjung maupun wisatawan terkadang menyalakan api.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 10 Agustus 2026, 17:15 WIB
Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). (AFP/ Juni Kriswanto)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan wisata Gunung Bromo disebabkan oleh kecerobohan manusia atau human error.

Menurut Djamari, suhu udara yang dingin di kawasan Gunung Bromo membuat pengunjung maupun wisatawan terkadang menyalakan api untuk menghangatkan tubuh. Namun, api tersebut diduga tidak dipadamkan setelah digunakan.

"Begini ya, seperti Anda tahu ya, Bromo itu kan dingin gitu ya. Kemudian banyak orang di situ datang, mungkin sambil kedinginan-kedinginan dia bakar gitu, dia lupa mungkin memadamkannya," kata Djamari di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

"Kira-kira begitu. Tapi diperparah oleh human error ya," sambungnya.

Djamari kemudian mencontohkan kebakaran yang pernah terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo beberapa tahun lalu. Menurut dia, peristiwa tersebut juga dipicu oleh kelalaian manusia.

"Seperti beberapa tahun yang lalu kan orang hanya berfoto-foto saja kan bisa terbakar kan gitu. Seperti itu kira-kira," ujarnya.

 

Banyak Faktor Kebakaran

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup M Jumhur Hidayat dan Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto saat jumpa pers usai rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jakarta, 10 Agustus 2026. (KLY/Arie Basuki)

Djamari tak menampik adanya faktor lain yang dapat memicu kebakaran di kawasan wisata Gunung Bromo, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Rinjani. Namun, dia menilai banyak kasus kebakaran berkaitan dengan human error.

"Saya kira banyak sekali hal yang berkaitan dengan human error ya. Belum saya tahu persis itu, tapi kalau Bromo itu kira-kira (human error)," tutur Djamari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya