Empery Digital Jual 1.635 Bitcoin, Kepemilikan BTC Anjlok 76%

Empery Digital menjual 1.635 Bitcoin senilai US$ 102,2 juta dan memangkas kepemilikan BTC hingga 76% dalam lima pekan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 10 Agustus 2026, 18:15 WIB
Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan treasury Bitcoin yang tercatat di Nasdaq, Empery Digital, memangkas drastis kepemilikan Bitcoin yang tidak dijaminkan atau unrestricted Bitcoin holdings hingga 76% dalam waktu sekitar lima pekan.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) AS, dikutip dair CoinMarketCap, Senin (10/8/2026), Empery Digital menjual 1.635 Bitcoin senilai sekitar US$ 102,2 juta sepanjang periode 1 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Setelah penjualan tersebut, total kepemilikan Bitcoin perusahaan tersisa 1.279 BTC. Namun, dari jumlah itu 954 BTC masih dijaminkan kepada pemberi pinjaman, sehingga hanya sekitar 325 BTC yang benar-benar bebas dari kewajiban jaminan.

Angka terbaru ini memperpanjang tren penurunan tajam cadangan Bitcoin Empery Digital. Pada 30 Juni 2026, perusahaan masih memiliki 2.914 BTC, termasuk 1.375 BTC yang tidak dijaminkan.

Artinya, dalam sedikit lebih dari lima pekan, jumlah Bitcoin yang tersedia secara bebas berkurang sekitar 1.050 BTC, atau turun sekitar 76,4%.

Penjualan pada Juli dan Agustus itu terjadi setelah Empery sebelumnya juga melepas 1.167 BTC senilai US$ 80,1 juta pada semester pertama 2026.

 

Pembayaran Utang

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Dokumen SEC menunjukkan penjualan Bitcoin pada paruh pertama 2026 menghasilkan kerugian terealisasi sebesar US$ 56,8 juta atau sekitar Rp 923 miliar, berdasarkan harga perolehan awal Bitcoin yang dijual.

Laporan terbaru juga memperbarui posisi perusahaan dibandingkan pengajuan sebelumnya pada 10 Juli 2026. Saat itu, Empery menyatakan masih memiliki 1.514 BTC dan sekitar US$ 73,9 juta kas setelah menjual 1.400 BTC sejak 7 Mei 2026.

Perusahaan sebelumnya menyebut hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang, pembelian properti yang direncanakan, biaya hukum, dan kebutuhan operasional.

Selain menjual Bitcoin, Empery juga menjalankan program buyback saham. Hingga 6 Agustus 2026, perusahaan telah membeli kembali 26,24 juta saham senilai US$ 149,7 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun, dengan harga rata-rata US$ 5,71 per saham.

Dana untuk buyback berasal dari pinjaman sebesar US$ 105 juta yang dikombinasikan dengan hasil penjualan Bitcoin.

SEC mencatat total kerugian aset digital mencapai US$ 106,3 juta pada semester pertama 2026 dan menyumbang sekitar 87% dari total beban operasional perusahaan.

 

Strategi Berubah

Strategi Empery Digital kini berubah jauh dibandingkan Agustus 2025, ketika perusahaan melaporkan memiliki lebih dari 4.000 BTC dan berfokus memperbesar eksposur terhadap Bitcoin.

Setelah 30 Juni 2026, Empery kembali membayar US$ 20 juta utang, sehingga pinjaman yang masih tersisa turun dari US$ 55 juta menjadi US$ 35 juta. Sebagai imbalannya, pemberi pinjaman mengembalikan 585 BTC, sehingga Bitcoin yang dijaminkan turun dari 1.539 BTC menjadi 954 BTC.

Namun, fasilitas pinjaman tersebut masih memiliki persyaratan jaminan yang ketat, termasuk kewajiban menjaga rasio jaminan minimal 153% dan ambang likuidasi 143%.

Di sisi lain, Empery juga mulai berekspansi ke infrastruktur kecerdasan buatan (AI) melalui usaha patungan EMHU bersama TexStack Infrastructure.

Perusahaan telah menyetor US$ 2,9 juta dan berkomitmen menambah US$ 62,1 juta jika akuisisi properti di kawasan Midwest AS senilai sekitar US$ 230 juta berhasil diselesaikan. Properti tersebut direncanakan dikonversi menjadi pusat data AI.

Meski manajemen menyatakan kas, operasi, pinjaman, dan kemungkinan penjualan Bitcoin tambahan diperkirakan cukup untuk mendanai operasi lebih dari satu tahun, perusahaan menegaskan bahwa belum ada kepastian akan melakukan penjualan Bitcoin tambahan. Keputusan berikutnya akan sangat bergantung pada hasil peninjauan akuisisi properti yang dijadwalkan selesai paling lambat 13 Agustus 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya