Kronologi Drag Race Kotamobagu Berujung Maut, Mobil Seruduk Penonton

Ini Kronologi Tragedi Drag Race Maut di Kotamobagu yang Tewaskan 6 Warga

oleh yoseph ikanubunDiterbitkan 10 Agustus 2026, 08:52 WIB
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, turun langsung mengunjungi para korban di rumah sakit. (Liputan6/Yoseph Ikanubun)

 

Liputan6.com, Jakarta - Suasana duka menyelimuti ajang Open Tournament Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 setelah kecelakaan maut terjadi di Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026).

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari sejumlah rumah sakit, sebanyak enam warga meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sementara 11 warga lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan dan mendapat perawatan medis.

Kecelakaan terjadi ketika perlombaan tengah berlangsung. Sebuah mobil peserta mengalami crash di area ujung garis finis.

Mobil tersebut kemudian keluar dari lintasan dan menghantam sejumlah penonton yang berada di sekitar area finis.

Kondisi semakin berbahaya karena di sekitar lintasan tidak terdapat pagar pengaman atau pembatas yang memadai antara kendaraan peserta dan penonton. Akibatnya, mobil dapat menerobos hingga ke kerumunan warga.

Sejumlah penonton langsung berhamburan setelah mobil menghantam area kerumunan. Petugas dan warga kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban.

Para korban selanjutnya dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Monompia dan RS Pobundayan, untuk mendapatkan penanganan medis.

Kabar kecelakaan tersebut kemudian mendapat perhatian Pemerintah Kota Kotamobagu. Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib turun langsung mengunjungi para korban di rumah sakit.

Kunjungan dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus memastikan penanganan terhadap korban yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.

"Saya menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini," ujar Weny Gaib.

 

Drag Race Tidak Dilanjutkan

Penampakan mobil yang menghantam sejumlah penonton dan keluar dari area balap di ajang drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. (Liputan6/Yoseph Ikanubun)

Weny mengatakan pemerintah memastikan ajang perlombaan tidak akan dilanjutkan setelah tragedi tersebut.

“Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Tetapi yang paling utama saat ini adalah penanganan korban, baik yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit. Untuk lomba sudah tidak dilanjutkan, kami hentikan,” ujarnya.

Polisi selanjutnya melakukan pengamanan dan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengusut penyebab kecelakaan, termasuk aspek keselamatan dan pengamanan dalam penyelenggaraan ajang balap tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya