Liputan6.com, Jakarta - Pagi hari di Jakarta punya rutinitas yang hampir selalu sama. Jalanan mulai dipenuhi kendaraan, orang tua mengejar waktu, sementara anak-anak berseragam bergegas menuju sekolah.
Bagi sebagian keluarga, mengantar anak ke sekolah menjadi rutinitas yang harus dilakukan setiap hari. Namun, tidak semua orang tua memiliki waktu dan fleksibilitas untuk berada di balik kemudi setiap pagi.
Advertisement
Di tengah mobilitas Jakarta yang padat, transportasi umum yang aman dan praktis menjadi salah satu pilihan.
Salah satunya adalah Bus Sekolah Jakarta. Armada berwarna kuning ini kembali beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan layanan gratis bagi pelajar di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Melalui Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, sebanyak 235 armada disiapkan untuk melayani 50 rute yang tersebar di berbagai wilayah Ibu Kota. Bukan hanya untuk perjalanan berangkat sekolah, bus ini juga dapat dimanfaatkan pelajar untuk perjalanan pulang.
Semua Pelajar Sekolah Boleh Naik Bus Sekolah?
Bus Sekolah Jakarta diperuntukkan bagi seluruh pelajar di DKI Jakarta, baik siswa sekolah negeri maupun swasta. Layanannya mencakup pelajar jenjang pendidikan dasar hingga menengah, mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, hingga MA.
Untuk menjangkau wilayah yang berbeda, layanan ini terbagi menjadi dua jenis rute, yakni reguler dan zonasi.
Rute reguler menggunakan bus berukuran sedang dengan kapasitas sekitar 30 penumpang. Armada ini melayani jalan-jalan utama di Jakarta.
Sementara rute zonasi menggunakan bus yang lebih kecil dengan kapasitas sekitar 19 penumpang. Ukuran tersebut memungkinkan bus menjangkau jalan lingkungan dan kawasan permukiman yang lebih sempit.
Warna kuning yang menjadi ciri khas bus bukan sekadar identitas. Warna tersebut juga membuat armada lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan maupun pelajar yang sedang menunggu di titik pemberhentian.
Tak Sekadar Bus Gratis, Mulai Bertransformasi Digital
Bus Sekolah Jakarta juga tengah diarahkan menuju layanan transportasi publik yang lebih terintegrasi dengan ekosistem digital Pemprov DKI Jakarta.
Kepala UPAS Dishub DKI Jakarta, Koharudin, mengatakan transformasi tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan angkutan sekolah agar tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga terintegrasi dengan sistem digital pemerintah daerah.
"Ke depan, layanan Bus Sekolah Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi bagi pelajar, tetapi berkembang menjadi layanan publik yang cerdas, terintegrasi, dan berbasis data. Melalui Identitas Digital Pelajar, setiap perjalanan dapat dipantau secara real time sehingga memberikan rasa aman bagi peserta didik maupun orang tua," ujar Koharudin, Kamis (6/8/2026).
Saat ini, layanan Bus Sekolah Jakarta dimanfaatkan ribuan pelajar setiap hari. Namun, Koharudin mengatakan pengelolaan data pengguna masih perlu diperkuat agar dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis data atau data driven policy, sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan.
Menurut dia, inovasi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta penguatan konsep Smart Mobility di Ibu Kota.
"Data menjadi fondasi dalam penyelenggaraan transportasi modern. Dengan sistem yang terintegrasi, kami dapat mengetahui pola perjalanan pelajar, mengevaluasi kebutuhan layanan, mengoptimalkan rute, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan Bus Sekolah Jakarta," jelasnya.
Koharudin menegaskan pengembangan layanan berbasis identitas digital merupakan wujud komitmen Dishub DKI menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Kami ingin menghadirkan layanan angkutan sekolah yang lebih aman, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Harapannya, inovasi ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Smart Mobility yang mendukung Jakarta sebagai kota global serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta didik di DKI Jakarta," tandasnya.
Tak Perlu Daftar atau Punya Kartu Khusus
Bagi anak yang baru pertama kali menggunakan Bus Sekolah Jakarta, tidak ada proses pendaftaran yang rumit. Pelajar tidak perlu memiliki kartu khusus. Cukup mengenakan seragam sekolah dan menunggu di titik pemberhentian sesuai rute.
Ketika bus tiba, pelajar dapat naik secara tertib dan bergantian. Selama perjalanan, awak bus juga siap membantu apabila penumpang membutuhkan informasi.
Menjelang tiba di tujuan, pelajar cukup menekan tombol bel yang berada di dekat pintu sebagai tanda kepada pengemudi untuk berhenti.
Bagi pelajar yang belum mengetahui titik turun, awak bus dapat diberi tahu sehingga dapat membantu mengarahkan dan memastikan bus berhenti di lokasi yang aman.
Tiga Shift Setiap Hari
Bus Sekolah Jakarta beroperasi pada Senin hingga Jumat dengan jadwal yang disesuaikan dengan waktu berangkat dan pulang sekolah.
Layanan dibagi menjadi tiga shift:
- Shift 1: 05.30-07.00 WIB
- Shift 2: 11.00-16.00 WIB
- Shift 3: 17.00-18.00 WIB
Pelajar disarankan sudah berada di titik pemberhentian beberapa menit sebelum jadwal keberangkatan.
Orang tua juga dapat menyesuaikan waktu perjalanan dengan jam masuk dan pulang sekolah anak.
50 Rute Menjangkau Jakarta
Dengan 235 armada, Bus Sekolah Jakarta melayani 50 rute yang terdiri dari 36 rute reguler dan 14 rute zonasi.
Rute Reguler
- Reguler 1: Lapangan Banteng-P. Kemerdekaan
- Reguler 2: Plumpang-Kemayoran
- Reguler 3: Gandaria-TMII
- Reguler 4: Pondok Kopi-Perintis Kemerdekaan
- Reguler 5: Kampung Melayu-Ceger
- Reguler 6: Pasar Minggu-Kebayoran
- Reguler 7: Pasar Minggu-UI
- Reguler 8: Pasar Minggu-Manggarai
- Reguler 9: Cilincing-P. Kemerdekaan
- Reguler 10: Kampung Melayu-Juanda
- Reguler 11: Blok M-Ciledug
- Reguler 12: Kalideres-Harmoni
- Reguler 13: Pulogadung-Cililitan
- Reguler 14: Blok M-Pondok Labu
- Reguler 15: Kampung Melayu-Pondok Kopi
- Reguler 16: Rusun Muara Baru Pluit-Grogol
- Reguler 17: Rusun Muara Baru Pluit-Muara Angke
- Reguler 18: Meruya-Ciledug
- Reguler 19: Benhil-Kemanggisan
- Reguler 20: Pesanggrahan-Daan Mogot
- Reguler 21: Harmoni-Pinangsia
- Reguler 22: Pasar Minggu-Pondok Labu
- Reguler 23: Kembangan-Pesanggrahan
- Reguler 24: Pondok Pinang-Kemanggisan
- Reguler 25: Blok M-Rempoa
- Reguler 26: Pulogadung-Semper
- Reguler 27: Cakung-Semper
- Reguler 28: Disabilitas YPAC
- Reguler 29: Disabilitas SLB A Pembina Tingkat Nasional
- Reguler 30: Disabilitas SLBN 01 Jakarta
- Reguler 31: Disabilitas SLBN 08 Jakarta
- Reguler 32: Disabilitas SLBN Karya Guna
- Reguler 33: Disabilitas SLBN 09 Jakarta
- Reguler 34: Disabilitas SLBN 07 Jakarta
- Reguler 35: Disabilitas SLBN 10 Jakarta
- Reguler 36: Disabilitas SLBN Karya Mulia
Rute Zonasi
- Zonasi 1: Pondok Gede-Ranco
- Zonasi 2: Kampung Melayu-Rawamangun
- Zonasi 3: Kalideres-Kamal
- Zonasi 4: Kalideres-Duri Kosambi
- Zonasi 5: Pulogadung-Paseban
- Zonasi 6: Cawang-Ragunan
- Zonasi 7: Rawamangun-Cikini
- Zonasi 8: Rorotan-Marunda
- Zonasi 9: Rusunawa Marunda-Cilincing
- Zonasi 10: Rusun Kapuk Muara-Cideng
- Zonasi 11: Rusun Rawabebek-Rorotan
- Zonasi 12: Cipedak-Ciganjur
- Zonasi 13: Cijantung-Kalisari
- Zonasi 14: Cibubur-Ciracas
Bukan Sekadar Bus Gratis
Bus Sekolah Jakarta tidak hanya mengandalkan tarif gratis untuk membuat perjalanan pelajar lebih mudah. Sejumlah fasilitas disiapkan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Di dalam bus tersedia pendingin udara untuk menjaga suhu tetap nyaman di tengah cuaca Jakarta. Armada juga dilengkapi kamera CCTV yang dipantau secara terpusat.
Selama perjalanan, pelajar juga dapat menyaksikan tayangan video edukasi.
Layanan tersebut juga dirancang agar dapat digunakan pelajar penyandang disabilitas.
Sejumlah armada telah dilengkapi platform hidrolik untuk membantu pengguna kursi roda naik ke dalam bus. Tersedia pula ruang khusus pengguna kursi roda dan lantai taktil sebagai panduan bagi pelajar tunanetra.
Awak bus juga mendapatkan pelatihan untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada pelajar penyandang disabilitas.