Nasaruddin Umar Ungkap Kondisi Ekonomi Indonesia, Minta Umat Bersyukur

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat menjaga persatuan dan mensyukuri kondisi Indonesia di tengah tekanan ekonomi global.

oleh Tim NewsDiterbitkan 10 Agustus 2026, 04:43 WIB
Suasana gelaran doa keselamatan bangsa, zikir kebangsaan dan haul pendiri NKRI yang diinisiasi Jatma Aswaja menyambut HUT Ke-81 RI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (9/6/2026). (ANTARA)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam senantiasa mendoakan keselamatan bangsa dan negara, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Ajakan itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri acara Zikir Kebangsaan Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu.

“Untuk senantiasa dan selalu melakukan doa keselamatan bangsa dan seperti setiap tahun yang kita lakukan di masjid ini, untuk mendoakan bangsa dan negara kita. Apalagi saat seperti sekarang ini, kita sangat memerlukan doa berjamaah untuk keselamatan bangsa kita,” ujar Nasaruddin.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga mengajak jamaah mensyukuri kondisi Indonesia yang dinilai masih mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global.

Dia menyebut inflasi Indonesia berada pada kisaran 1-2 persen, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen. Nasaruddin kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah negara Muslim lainnya yang pertumbuhan ekonominya berada di bawah Indonesia.

Menurut dia, capaian tersebut patut disyukuri sekaligus dijaga melalui persatuan dan ikhtiar bersama.

“Ini data-data internasional, tidak bisa dibantah. Banyak lagi prestasi yang dicapai oleh bangsa kita yang wajib hukumnya untuk kita syukuri,” katanya.

Nasaruddin mengingatkan agar rasa syukur tidak berhenti pada ucapan. Menurut dia, rasa syukur harus diwujudkan melalui upaya memberikan manfaat bagi sesama.

Semangat tersebut, kata Nasaruddin, juga menjadi dasar pengembangan berbagai layanan sosial di Masjid Istiqlal agar keberadaan masjid dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas oleh masyarakat.

Karena itu, dia mendorong Masjid Istiqlal menjadi model masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan pelayanan masyarakat.

Nasaruddin mengatakan Istiqlal terus mengembangkan berbagai fasilitas dan program yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Program tersebut antara lain penyediaan makan siang bagi jamaah, penginapan, kursus bahasa asing, layanan kesehatan, konsultasi keagamaan dan keluarga, hingga pelatihan keterampilan ekonomi.

Jatma Aswaja Dorong Ketahanan Pangan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini mengatakan organisasinya yang baru memasuki usia dua tahun telah melakukan sejumlah upaya untuk mendukung ketahanan pangan.

Jatma Aswaja, kata Helmy, telah menanam padi dan tebu di lahan seluas 10 ribu hektare dengan melibatkan petani dari kalangan warga Jatma Aswaja serta para pemangku kepentingan di berbagai wilayah.

“Kita harapkan kehadiran Jatma Aswaja memantulkan energi untuk melakukan pemberdayaan, sehingga kita bukan hanya maju secara spiritual, tetapi juga pokok secara ekonomi dan tentunya kita berdaya menjadi masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya