Wall Street Positif, Bursa Asia Bergerak Ceria

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat berimbas positif ke bursa saham Asia menjelang akhir pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Februari 2014, 08:38 WIB
Pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) dan rilis data ekonomi China mempengaruhi  bursa saham Asia menjelang akhir pekan. Bursa saham Asia menguat dengan indeks saham acuan regional naik menuju kenaikan tertinggi pada minggu pertama.

Indeks saham MSCI Asia Pacific menguat 0,4% pada pukul 09.07 waktu Tokyo. Dalam sepekan, indeks saham acuan ini naik 1,9%. Selanjutnya indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,8%  ke level 14.644,42. Indeks saham Topix naik ke level 1.207,46.

Bursa saham Australia juga bergerak positif pada awal perdagagan saham didukung dari hasil kinerja emiten. Indeks saham Australia/ASX 200 naik 0,4% ke level 5.330,60.

Sementara itu, mata uang Korea Selatan WON naik 0,5%. Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,1%. Sedangkan emas di pasar spot diperdagangkan di kisaran US$ 1.300,37.

"Tampaknya masuk akal untuk mulai melakukan tawar menawar di pasar negara berkembang. Sebelumnya aksi jual di emerging market telah luar biasa," ujar George Boubouras, Chief Investment Officer Equity Trustees Ltd, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (14/2/2014).

Pemerintah China yang akan merilis angka inflasi Januari akan memberikan sentimen ke bursa saham. Selain itu, dari negara-negara Eropa akan melaporkan pertumbuhan ekonominya. Sedangkan penjualan ritel AS jatuh pada Januari. Berdasarkan data Bloomberg menunjukkan, kerugian ekuitas di pasar saham global mencapai US$ 3 triliun pada 4 Februari.

Penutupan Wall Street

Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan saham Kamis (Jumat pagi) dengan didorong indeks saham Nasdaq menguat untuk enam hari berturut-turut. Investor sepertinya melewati data mengecewakan pada belanja konsumen

Indeks saham Dow Jones menguat 63,65 poin atau 0,40% ke level 16.027,59. Indeks saham S&P 500 menguat 10,57 poin atau 0,58% ke level 1.829,83. Indeks saham Nasdaq naik 39,38 poin atau 0,94% ke level 4.240,67.

Indeks saham Nasdaq telah naik 5,7% selama enam sesi terakhir. Sedangkan indeks saham Dow Jones dan S&P naik untuk sesi kelima. Volume perdagangan saham sekitar 5,96 miliar saham di bursa saham AS.

Adapun sejumlah rilis data ekonomi AS tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara tiba-tiba naik pada pekan lalu. Sementara itu, penjualan ritel turun pada Januari.

"Investor telah dipulihkan beberapa antusiasme untuk penurunan saham pada minggu pertama tahun ini. Dengan faktor cuaca yang terjadi sehingga membuat mereka tidak peduli," ujar Mark Luschini, Chief Investment Strategy Janney Montgomery.

Pimpinan bank sentral AS, The Federal Reserve, Janet Yellen untuk memberikan pidatonya di sidang senat telah ditunda pada Kamis waktu setempat karena faktor cuaca. Sebelumnya kesaksian Yellen telah mengangkat bursa saham AS pada Selasa pekan ini.

Adapun saham Cisco turun 2,5% menjadi US$ 22,27 telah menekan ketiga indeks saham utama AS. Laporan perseroan mengenai penurunan pendapatan sekitar 6%-8% pada kuartal pertama telah mempengaruhi sahamnya.

Lalu saham-saham yang menguat antara lain saham American International Group Inc naik 3,2%. Saham Goodyear Tire and Rubber Co melonjak 11,5% menjadi US$ 26,54 setelah melaporkan kinerja kuartal keempat yang lebih tinggi. (Ahm)

*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya