Polda Metro Tegaskan Kondisi Jakarta Aman dan Terkendali

Menurut Budi, kondisi Jakarta yang aman terlihat dari aktivitas warga yang tetap berjalan.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 08 Agustus 2026, 17:16 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya memastikan Ibu Kota Jakarta masih aman, damai dan terkendali. Tak ada penebalan pengamanan khusus meski memasuki bulan kemerdekaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengamanan Jakarta berjalan seperti biasa. Polisi tetap menerima informasi mengenai aksi penyampaian pendapat maupun kegiatan masyarakat setiap hari.

“Jadi kegiatan ini kegiatan yang setiap hari ada. Jadi bukan terkait tentang penebalan,” kata Budi saat menghadiri Apel Kebangsaan Jaga Jakarta di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Budi, kondisi Jakarta yang aman terlihat dari aktivitas warga yang tetap berjalan. Masyarakat masih beribadah, sekolah, berbelanja hingga menjalankan kegiatan ekonomi.

Bahkan, ribuan orang berkumpul di Monas mengikuti Apel Kebangsaan Jaga Jakarta yang digelar Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta.

Sebanyak 11 ribu peserta ambil bagian. Mereka terdiri dari 500 personel TNI, 500 personel Polri dan 10 ribu masyarakat dari berbagai unsur, mulai ormas, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar hingga Saka Bhayangkara.

“Kita masih bisa berkumpul hari ini, pagi ini melaksanakan Apel Kebangsaan Jaga Jakarta,” ujar Budi.

Aktivitas lalu lintas yang tetap padat juga disebut menjadi gambaran mobilitas warga masih tinggi. Kepadatan terjadi di sejumlah jalan dan simpul arteri Jakarta.

“Jalan-jalan, titik-titik simpul arteri juga terjadi kepadatan dan peningkatan arus lalu lintas. Artinya di situ kita bisa menyimpulkan bahwa Indonesia aman,” tegasnya.

 

Indikator Lainnya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto. (Humas Polda Metro Jaya)

Budi juga menyebut kedatangan sejumlah pejabat dan tamu negara asing ke Jakarta sebagai indikator lain bahwa kondisi keamanan Ibu Kota terkendali. Di antaranya pejabat dari Thailand, Singapura, India, Jerman dan Belarus.

“Makanya pemerintah, pejabat luar negeri hadir di Indonesia khususnya di wilayah Jakarta,” katanya.

Dia menegaskan keamanan Ibu Kota bukan semata-mata tugas aparat. Peran masyarakat dan berbagai komunitas dibutuhkan untuk menjaga ketertiban.

“Tanpa masyarakat, tanpa komunitas, TNI dan Polri tidak bisa bekerja secara parsial. Ini merupakan wujud kebersamaan dalam menjaga persatuan,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya